Tapi, saya tidak ada beasiswa….

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa persaingan untuk mendapatkan beasiswa untuk studi di Jepang sangat ketat. Panasonic scholarships misalanya, hanya menerima setiap tahunnya sekitar 2 orang untuk orang Indonesia, sementara yang mendaftar bisa berjumlah ribuan. Begitupun beasiswa yang diberikan oleh Depdikbud Jepang (Monbukagakusho) walaupun menerima agak sedikit banyak dibanding Panasonic, akan tetapi karena pelamarnya pun tidak lebih sedikit, maka presentase kemungkinan diterima pun tidak jauh berbeda dengan Panasonic.

Disini saya tidak hendak mengecilkan semangat rekan-rekan yang berniat studi ke Jepang dan berminat untuk meng-apply beasiswa. Bagaimanapun lebih baik mencoba untuk melamar beasiswa-beasiwa yang tersedia. Kan kita tidak tahu siapa yang bakalan diterima dari sekian ribu pelamar itu, bisa jadi anda. Dan yang jelas yang tidak pernah melamar tidak akan pernah mendapatkan beasiswa:). Jadi coba aja apply!.

Ketatnya persaingan untuk mendapatkan beasiswa adalah suatu kenyataan. Dan yang tidak mendapatkan beasiswa kan tidak berarti otaknya kuled*. Katakanlah kalau ada 2000 orang pelamar dan 1000 orang diantaranya orangnya punya otak encer, artinya kemampuan akademisnya diatas rata-rata, dan yang diterima untuk mendapatkan beasiswa, katakanlah, 15 orang, bukan berarti yang 985 orang ini karena gagal di seleksi penerimaan beasiswa, jadi tergolong orang yang otaknya kuled kan?

Sayang apabila tidak tersalurkan minat dan semangatnya, orang yang mempunyai semangat tinggi untuk belajar seperti ini, apalagi mereka mempunyai kemampuan akademis diatas rata-rata.

Terus gimana dong? Saya gak dapet beasiswa…saya ingin lanjut studi di jepang…

Ya, kalau kita usaha, insyaAllah pasti ada cara dan jalan…..

Cara untuk datang ke jepang yang bisa dijadikan sebagai alternatif pilihan adalah : masuk sekolah bahasa.

Cara ini sebetulnya yang banyak ditempuh oleh orang-orang china dari negara china daratan untuk bisa masuk ke Jepang, jumlahnya bisa ribuan. TIdak sdikit dari mereka ini berhasil sampai menyelesaikan pendidikan jenjang S3 atau lulus S1/S2 kemudian bekerja di Jepang, padahal pada awalnya mereka datang tidak dengan beasiswa dan hanya bermodal keberanian.

Lantas apa dan bagaimana sebetulnya sekolah bahasa ini?

Di kalangan teman-teman kita yang mengambil jurusan bahasa Jepang di perguruan tinggi di Indonesia, program semacam ini mungkin bukan hal yang asing. Biasanya mereka sudah mengetahui dari senpai-senpai* mereka yang sudah pernah mengambil program seperti ini. Atau biasanya informasi-informasi program seperti ini sudah sering masuk ke jurusan.

Singkatnya, sekolah bahasa ini adalah sebuah institusi swasta di jepang yang menyelenggarakan kursus bahasa Jepang (beberapa lembaga ada juga bahasa-bahasa lain seperti bahasa : inggris, sapanyol, portugis dan lain-lain). Lama kursus bermacam-macam mulai dari 2 bulan sampai 2 tahun kursus. Kursus bahasanya sendiri setiap hari biasanya menghabiskan waktu sekitar 4-5 jam, kelas pagi dari jam 08.30-12.00 atau kelas siang mulai jam 13.00-15.30. Di sela-sela jam kelas bahasa, anda bisa memenfaatkan waktu untuk arubaito*. Panghasilan dari arubaito ini yang dijadikan sebagai pengganti beasiswa untuk biaya hidup (sewa apartemen, bayar gas/listrik/telefon dan pengeluaran sehari-hari lainnya ) dan bayar uang sekolah. Bersamaan dengan kursus bahasa jepang ini, anda harus mencari-cari informasi perguruan tinggi dan program studi yang and minati, sehingga apabila telah selesai program bahasa ini anda punya kepastian hendak pergi ke perguruan tinggi mana. Dan kesempatan untuk apply beasiswa terbuka lebar apabila anda diterima di salah satu perguraun tinggi ;) . Tentunya ini bagi yang ingin melanjutkan studi di jepang. Karena ada juga orang yang datang ke jepang melalui sekolah bahasa ini hanya untuk memperdalam bahasa Jepang saja, maka setelah selesai program ini pulang ke Indonesia.

Apakah cukup hanya dengan mengandalkan arubaito saja?

Ya, cukup. Dengan syarat : minimal jam kerja 6 jam sehari dan anda pandai mengatur pengeluaran uang:).

*kuled = kebalikan dari encer = kental )

*senpai = senior

*arubaito = kerja part timer

9 Tanggapan

  1. terimakasih atas informasinya, saya pasti akan sering berkunjung kesitus ini lagi, salam..
    http://www.feeseetour.blogspot.com just call me VISITOR

  2. Selamat sore kang!,
    Selamat menjalankan Puasa Ramadlan,
    Mohon maaf lahir dan bathin.
    Blognya kali ini lebih clear dibanding blog sebelumnya.
    Keep working kang!.

    saat menunggu buka.

  3. waaah info-infonya berguna bangeet mas, saya berencana mau sekolah bahasa ke jepang…….mas kalo ada info agen yang ada di jakarta yang menyalurkan sekolah bahasa ke jepang tolong di tulis ya biar lebih jelas
    masih bingung kalo liat websitenya plus no.tlp yang bisa di hubungi……makasih banyak

  4. Salam sukses..
    Makasih ya wat Infonya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

    amiin,
    salam juga..

  5. Terus untuk info lengkapnya mengenai sekolah bahasa ini..????

  6. #irma dan bocahbancar

    di halaman ini lengkapnya ada : https://agustian.wordpress.com/2008/08/31/link-sekolah-bahasa-jepang/

    coba kontak langsung

    salam

  7. wah informasinya sangat sangat sangat berguna bagi saya. saya punya niat untuk melanjutkan kuliah s1 di sana. saya punya pertanyaan. seandainya orang tua saya mampu membiayai sekolah bahasa untuk satu tahun,dan untuk tahun selanjutnya orangtua saya hanya akan mengirim sekitar 1,5-2 juta rupiah perbulan. lalu dalam satu tahun itu saya berusaha mengumpulkan uang untuk tuition fee universitas.apakah dapat terpenuhi biaya tersebut dengan cara tersebut?kira-kira berapa biaya kuliah per semester untuk jurusan machine studies,architecture dan design?

  8. selamat pagi kawan kawan ,saya umur28 tahun dan pengen kuliah di jepang sedang saya blm dapat beasiswa bagai mana cara saya ke sana?

    terus berusaha kawan…;)

  9. tulisan yang sungguh bermanfaat akhi…….جزأ كُم الله خيرا كثيرا

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: