Palestina

palestine_flagMemasuki hari ke sebelas, serangan zionis israel telah membunuh tidak kurang dari 660 rakyat Palestina (215 diantaranya anak-anak dan 85 wanita). Menggelora dada kita setiap menyaksikan tayangan berita baik di tv, radio dan internet tentang kebiadaban tentara Israel ini di Gaza.  Kita mendapat informasi terkakhir bahwa Israel membombardir sekolah milik PBB yang mengakibatkan 45 nyawa melayang yang kesemuanya adalah rakyat sipil. Sedih dan pilu kita menyaksikan anak-anak menangis berlumuran darah menahan rasa sakit terkena sasaran tembakan rudal-rudal tentara zionis Israel.

Berita tv, internet, radio, blog, milis dan lain-lain sekarang dipenuhi dengan berita dan pembahasan konflik Palestina-Israel ini. Beragam pendapat terlontar dari berbagi diskusi. Ada pro kontra di seputar pengirman bantuan dana dan lain sebagainya. Saya tidak bermaksud menambah polemik dalam masalah Palestina ini. Sebab permasalahannya bagi saya sendiri sangat jelas:  hak-hak mendasar orang-orang  Palestina sebagai manusia telah dirampas, hak hidup bebas di negeri mereka sindiri telah diambil, bahkan untuk mendapatkan pasokan air, listrik dan kebutuhan primer untuk hidupnya telah diambil oleh tentara zionis israel. Dan yang sekarang terjadi adalah : tentara-tentara zionis israel ini tidak berprikemanusiaan telah membantai orang-orang tidak berdosa sampai ratusan orang.

Kita harus mengecam dan mengutuk aksi kebiadaban tentara israel ini, turun ke jalan bisa jadi salah satu cara, lewat tulisan bisa jadi cara yang lain. Perampasan tanah, pengekangan, embargo ekonomi, penculikan dan penyiksaan orang-orang Palestina adalah pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan tentara zionis Israel yang merupakan fakta-fakta yang tidak tebantahkan. Jadi dengan alasan kemanusiaanpun, setiap orang yang masih merasa dirinya manusia tentunya, seharusnya menentang aksi brutal tentara Israel ini. Kalaulah ada yang mengangkat masalah ini dengan nama sentimen agama, saya pikir wajar-wajar saja, bukankah agama islam sendiri menantang yang namanaya penjajahan? dan ini senada dengan ungkapan : dimana ada ketidakadilan di situ umat islam akan “berbicara”.

Kita ketahui bahwa Hamas memenangkan pemilu di Palestina, akan tetapi palestine2tidak satupun negara-negara barat mengakui kemenangan Hamas ini. Ini merupakan batu ujian demokrasi yang diagung-agungkan negara barat. Kita melihat ambivalensi negara-negara barat dalam menanggapi kemenangan Hamas dalam pemilu Palestina. Mereka sedikitpun tidak menghormati hasil demokrasi di Palestina. Walaupun konflik sering terjadi di internal warga negara Palestina, antara Hamas dan Fatah, akan tetapi searifnya kita harus bisa memisahkan permasalahan penjajaha Israel  terhadap bangsa Palestina dan permasalahan internal bangsa Palestina itu sendiri.

Saya mesem-mesem sendiri membaca tulisan Ulil mengenai tanggapannya atas masalah Israel-Palestina dan Israel-dunia islam pada umumnya. yang berjudul “Tentang Bangsa Yahudi dan Konflik Palestina-Israel”.  Kalau saya tarik garis besar setidaknya ada dua poin dari tulisan Ulil ini, yaitu :

1. Yahudi sejak dari dulu ditekan dan diintimidasi, sehingga wajar melakukan resistensi dan perlawanan seperti itu

2. Umat islam harus mengkritisi ulang ayat-ayat AlQuran dan Hadits yang berhubungan dengan yahudi ini agar tercipta hubungan yang harmonis diantara Islam dan yahudi

Hmm..

Saya bukan ahli tentang konflik-konflik di Palestina. Membaca tulisan ulil ini membuat saya menggolongkan Ulil pada seorang penulis kelas ecek-ecek (he..he..maaf, boleh dong berpendapat).  Sepertinya Ulil harus melihat lagi apa sebenarnya yahudi dan Zionis, terus bagaimana hubungannya dengan negara Israel. Saya menyimpulkan ketiga hal ini campur aduk dalam tulisannya ini. Banyak pertanyaan yang ingin saya ajukan sehubungan dengan tulisan Ulil ini, seperti :

-Betulkan agama Islam membenci semua orang Yahudi?bukankan Rasulullah malah pernah bertetangga baik dengan orang Yahudi?bahkan pernah mengasihi seorang buta Yahudi dengan memberikan suapan makanan setiap hari kepada si yahudi ini

-Pernahkah Rasulullah memerangi serta merta tanpa alasan yang jelas? dari beberapa sirah yang sempat saya baca, lebih sering karena melanggar perjanjian yahudi akhirnya diperangi, artinya orang yahudi yang baik-baik di jaman Rasulullah banyak dan dilindungi oleh Rasulullah, mereka diperangi tatkala ada alasan yang cukup untuk diperangi

-Tahukah Ulil bahwa tidak semua orang Yahudi setuju dengan gerakan zionis? Gerakan “antizionism jews” sekarang menggema di berbagai negara, silakan diklik disini atau disini (youtube) untuk melihat hal ini. So, jadi relevankan poin no 1 itu dengan permasalahan yang ada sekrang ini?

-Maukah Ulil juga mengkritisi juga ajaran Yahudi? kok sepertinya gak seimbang kalo yang dikritisi hanya ajaran Islam saja, bukankah-konon- dalama ajaran Yahudi, orang selain Yahudi tingkatnya sangat rendah (kurang lebih begitu, gak tahu persis saya lupa..)

-dll

Kebaca gak ya tulisan ini ama Ulil..😀

 

 

 

 

Terakhir, sebagai bukti keprihatinan dan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina, ada baiknya kita menyertakan saudara-saudara kita dalam setiap doa yang kita panjatkan dan memberikan sumbangan apapun, walapun itu kecil untuk meringankan beban mereka…

Salam

9 Tanggapan

  1. Saya tidak menulis persoalan ttg konflik palestina-israel diblog-ku sendiri karena saya sudah cukup banyak menulis dan mengomentarinya di blog orang lain.

    Saya sendiri sebagai seorang muslim mengutuk keras setiap pembantaian serta pemusnahan etnis atas dasar apapun (agama, rasial, dsb), tentu saja pembantaian di jalur gaza saat ini. Saya bisa bilang ini suatu pembantaian, bukan perang. Bayangkan sekitar 10 orang israel tewas dalam serangan roket hamas, tapi ratusan orang palestina tewas dalam seminggu setelah serangan israel.

    Kalau membaca tentang pembantaian umat yahudi pada perang dunia II oleh Nazi, hati kecil saya menyumpahi Hitler. Walaupun pembantaian yahudi ini katanya juga sebuah “konspirasi yahudi tingkat tinggi” tapi tetap saja korbannya adalah para yahudi tingkat rendah yang miskin dan tak berdaya.

    Sekarang pembantaian terjadi di palestina justru oleh bangsa yahudi yang notabene korban pembantaian kurang dari seabad yang lalu.
    Apa orang2 zionis israel itu tidak ingat sejarah mereka? Apa mereka yang pernah tertindas tidak punya pikiran bagaimana rasanya di tindas?

    Yah, memang kaum yahudi “kelas atas” di israel mungkin tidak merasakannya karena bisa berlindung dibalik tembok uang dan kekuasaan, tidak seperti yahudi “kelas bawah” yang ketakutan akan pembalasan bangsa arab setelah perang.
    Begitu juga bangsa arab ditanah palestina yang ketakutan karena perang, berbanding terbalik dengan bangsa arab tetangganya yang bergelimang kemewahan atas berkah minyak bumi.

    Apakah ini perang agama? atau perang antar ras? atau perang antar bangsa? atau perang terhadap penjajahan? Sejarah pertikaian antara arab palestina-yahudi israel sudah terlalu panjang (beratus tahun) sehingga sulit mendefinisikan sebabnya, terlalu kompleks. Kebencian antar merekapun sudah melewati batas agama, ras, bangsa atau apapun (perasaan ini sudah campur aduk selama ratusan tahun). Saya sendiri ragu akan adanya perdamaian. Kalaupun terjadi damai disana bagaikan api dalam sekam.

    Akhir2 ini saya banyak membaca blog-blog yang menyuarakan pembelaan terhadap palestina hingga anti yahudi. Malah ada sebuah blog yang menyuarakan “tanamkan dendam terhadap orang2 yahudi pada anak2 kita”. Saya lebih setuju menanamkan rasa benci terhadap kemungkaran pada anak2, daripada rasa dendam terhadap golongan tertentu. Toh saya kadang melihat masih banyak orang yang mengaku muslim tapi bertindak mungkar.

    Saya setuju thd kang yanyan bahwa tidak semua yahudi setuju dengan gerakan zionis (yang ini biasanya yahudi level menengah kebawah yang tidak punya power). Ingat, pendukung gerakan zionis sendiri bukan cuma orang yahudi melainkan lintas ras, agama, dan negara. Kebanyakan dari mereka memiliki agenda tersendiri seperti melanggengkan kekuasaan, keuntungan jualan senjata, atau hal2 lain yang notabene berdasarkan egoisme pribadi (atau bisa juga kelompok).

    Contoh saja USA. Apakah pemerintahan AS membela israel demi kepentingan agama? Menurutku sih seandainya yesus dan trinitas bisa dijual untuk mendapatkan kekuasaan dan uang, mereka toh akan menjualnya dengan senang hati. Intinya sih keberadaan israel menyebabkan ketidak seimbangan di timur tengah, sehingga AS lebih mudah mengontrol dan melanggengkan kekuasaannya dikawasan kaya minyak tersebut. lagi2 duit dan kekuasaan.

    Sori kang, jadi panjang lebar nih. kang yanyan tau sendiri kalau saya bukan ahli, tapi kadang suka nulis omong kosong kayak beginian. Yang pasti doa dan dukungan saya selalu berada dipihak yang tertindas, Insya Allah.

    wuih manstap…

    😀

    Iya Bang…
    Yang jelas negara kita pun atas persamaan derajat dan persamaan hak lah melakukan hubungan bilateral dengan negara manapun, dan ini merupakan amanat UUD 45 itu sendiri, dan atas dasar ini pula negara kita mengecam aksi israel ini…

  2. wadoww comment bang yusahrizal itu loh siip nyaingin postingannya hehe

    ” dimana ada ketidakadilan di situ umat islam akan “berbicara”. ” kalo kalimatnya begini, inilah sesungguhnya islam, rahmatan lilalamin….rahmat nagi alam semesta bukan islam rahmat bgi “muslim”
    Kalaupun ada yang perlu dikritisi ,dibenahi adalah pemahaman, serta implementasi penghayatan keagamannya . dalam hal ini pemeluk islam/muslim. karena kebenaran ayat yang turunnya langsung dari Allah lewat perantara jibril gak mungkin dapat di acak2 oleh kemampuang berfikir manusia. Kalaupun yang melakukan kesalahan itu karna salah menafsirkan ajaran. jadi intinya bukan ayat2 itu yang dapt diragukan melainkan pemahaman orang/ umatnya… ini kalau mau menaggapi point ke dua diatas….Kita akui bahwa saudara2 kita pernah melakukan hal yg kurang diterima tapi bukan berarti Yhudi (walaupun tidak semua) dapat dikatakan di pihak yang benar, wallahualam hanya Allah yg maha penentu dan maha tahu yang benar


    yup…
    sentimen agama wajar muncul krn mayoritas yang di sana adalah muslim, terlebih tatkala israel mngusik al aqsa, tempat yang disucikan umat islam

  3. Dengan adanya serangan2 brutal dari pihak Israel justru semakin memperjelas identitasnya….

  4. Saya tidak membenci israel kecuali para penyerang yang membabibuta dan antek-anteknya….Penyerang yang tidak berperikemanusiaan…Dalam islam jangankan manusia membunuh binatang saja kalau dilakukan semena2, sangat tidak dibenarkan….


    Iya. Yahudi di iran, turki dan amerika bareng2an memprotes aksi israel ini…
    dalam beberapa sirah yang bisa kita jumpai Baginda Rasulullah bertetangga, berjual beli dan bermuamalah lainnya dengan yahudi yang baik-baik.

  5. Komentar lagi buat tulisan ttg Ulil (gak tau dibaca apa nggak):

    1. Islam dan Yahudi masih mungkin berhubungan harmonis dimasa mendatang, tapi tidak untuk hubungan Palestina-Israel. Kebencian, hutang darah, dendam kesumat sudah bercampur bertahun- tahun, sampai kiamatpun mungkin sulit untuk terjadi hubungan harmonis.

    2. Cuma pengen tahu, apakah Ulil punya pengetahuan mendalam mengenai psikologi? Koq bisa memastikan kalau orang yg ditekan akan melakukan resistensi yang seperti itu?

    Memang kalau material di berikan aksi akan melakukan resistensi berupa reaksi. Kita ini manusia khan? saya kira penilaian thd manusia dan material berbeda. Lagi pula material melakukan resistensi secara langsung pada gaya yang diberikan padanya. Dengan kata lain, kalau kaum yahudi ditekan oleh Firaun/Nazi, sudah seharusnya resistensi dilakukan terhadap Firaun/Nazi itu sendiri. Ini koq menunggu beberapa tahun dan melampiaskan pada orang lain?

    Kalau yang dibicarakan itu soal trauma, trauma hanya berlaku buat manusia baru, masih muda, atau masih hijau. Mana ada orang tua mengidap trauma. Kaum yahudi sudah ada ribuan tahun dengan pengalaman hidup yang sudah ribuan tahun pula (bandingkan dengan umur bangsa Indonesia yang cuma secuil). Trauma karena tertindas buat kaum yahudi? yang benar aja????

    (saya bukan ahli psikologi, cuma pernah baca buku psikologi populer dikit)

    3. Saya termasuk orang yang tidak percaya sebelum melihat sendiri, sehingga yang bisa saya kritisi cuma tindakan orang yahudi, bukan ajaran agamanya. Toh saya belum pernah sekalipun baca Torah nya yahudi, kalaupun baca paling cuma sedikit ngerti tafsiran secara tersurat. Baca Al Qur’an saja ngertinya cuma tafsir, itupun belum tentu arti yg sesungguhnya.

    Jadi ingat dulu pernah ketemu fans nya Harun Yahya yang mati-matian menunding dan memaki teori Charles Darwin, padahal baca bukunya Darwin “On the origin of Species” aja belum pernah. Info yang jadi acuan cuma beberapa kutipan2 dari buku Darwin yang dimuat dalam karya Harun Yahya. Benar2 taklid buta.

    Jadinya soal ajaran yahudi yang saya ketahui sekarang hanya sekedar kutipan2 dari buku2 Islam (yang terus terang saja banyak yang negatif). Karena itu saya masih belum berani menunding dan ngomong ajaran yahudi begini atau begitu.

    Mungkin saja Ulil mengerti tulisan hebrew (kali???). Kalau Ulil nggak ngerti kitab Torah, satu2 cara cuma bisa ngeritik Islam (kayaknya Ulil lumayan ngerti bhs arab). Kalau sudah begini, Ulil mesti memperdalam Torah sampai sama level kedalamannya dengan pengetahuan Ulil ttg Al Qur’an, barulah bisa membuat perbandingan. Kalau cuma mengkritisi satu arah tanpa mengerti yang lain, saya kira penilaiannya absurd.

    NB. Ini cuma komentar untuk kutipan tulisan ulil didalam tulisan kang yanyan. Saya sendiri belum baca tulisan aslinya, jadi ini bukan komentar buat tulisan ulil yang asli.

    1. itulah makanya hrs dimengerti apa yahudi, zionis dan israel di awal. Pada masa khalifah umar, yahudi merasa aman dan hidup tentram, begitupun pada saat pemerintahan salahudin. artinya islam bisa hidup berdampingan dengan yahudi. para penggiat zionis ini yg gak bakalan mau akur dengan orang islam.
    2. tulisan-tulisan dari ulil memang intinya menggambarkan faham liberalisme yang selalu diusungnya itu, yg salah satu agenda besarnya: mendefinisi dan evaluasi ulang setiap ayat yang dirasa bertentangan dengan kekinian.

  6. why dont you sign the petition to Obama?
    haven’t you? if not than make it heard! make it now

  7. Sekarang saya sedang mencoba menyelesaikan membaca buku “100 hadits tentang nubuat akhir zaman”, karangan: Abdur rahman Al-Wasithi.

    Disana dituliskan: “berdasarkan periodesasi pada nubuat Rasulullah SAW, penaklukan Baitul Maqdis akan terjadi untuk yang terakhir kalinya nanti di masa Al-mahdi, yaitu pada saat kaum muslimin berhasil mengalahkan kaum Yahudi. Itulah penaklukan yang sesungguhnya akan terwujud dan Zionis-yahudi tidak akan punya kesempatan lagi untuk bangkit”.

    Yah, walaupun itu berarti kiamat sudah sangat dekat, tapi paling tidak Zionis-Israel mendapatkan balasan setimpal.
    Semoga saudara2 kita segera mendapatkan keadilan.

    Salam kenal ya Mas …


    salam kenal juga…
    sip dishare aja ya hasil bacaannya😉

  8. save palestina.kami juga nulis artikel tentang palestina. judulnya “aku anak palestina” liat aja di sini lngng klik aja
    http://masamudamasakritis.wordpress.com/2010/06/09/aku-anak-palestina/
    jgn lupa tinggalkan komentar juga ya…!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: