Kelabu langit mereka

Pagi menyapa penduduk kota Kofu tidak terlalu ramah hari ini. Walau tidak sedingin Sapporo atau kota-kota jepang bagian utara yang  diselimuti salju kadang mencapai hitungan meter tatkala musim dingin menyapa, dinginnya pagi ini cukup membuatku enggan untuk beranjak dari kasur, malah hanya ingin menambah selimut berlapis-lapis dan tidur lagi melanjutkan eposide mimpi yang terpotong. Tidak tahu pasti berapa suhu aktual diluar, hanya ramalan cuaca mengatakan bahwa suhu terendah di pagi hari untuk hari ini  adalah minus 6 derajat celcius.

Betul juga ramalan, sekitar pukul sembilan, bulir-bulir salju yang turun dari langit mulai terlihat. Bentuknya putih besar-besar mirip kapas yang berhamburan atau mirip barkarung-karung bulu angsa yang dihamburkan ke udara dan jatuh lagi ke bumi karena kehilangan kecepatan dan kembali di tarik gaya grafitasinya, melayang tanpa daya, namun indah. Dingin memang, tapi takjub aku dibuatnya, satu dari sekian banyak tanda-tanda kekuasaanNya. Bersyukur padaNya, Alhamdulillah hari ini bisa menikmati suasana pagi lagin walau nuansa yang berbeda.

Bergumul di depan pamanas ruangan sambil menyantap sesuatu adalah bisa jadi sesuatu yang ritual yang biasa dilakukan tatkala menjumpai suasana seperti ini. Nasi hangat dimakan bareng sup horensho plus tempura chikuwa buatan istri cukup membuat tenggorokan menjadi hangat, menyelusup ke relung-relung lambung dan mengisi setiap sudutnya yang asalnya hampa karena memang agak lama kosong terbengkalai pagi ini karena dibuai mimpi agak lama.

Tapi tidak lama setelah aku merasakan kehangatan yang sampai hingga sumsum tulang belakangku ini, ingatanku jauh melayang beribu-ribu kilo meter menyebrangi benua besar, menembus setiap gunung-gunung yang terhampar didalamnya.   Ingatanku jatuh pada bocah-bocah kecil yang sedang meraung-raung kesakitan, berbagai luka di badan menganga, yang lain malah terkapar sekarat atau bahkan sudah tidak bisa dikenali lagi karena badannya hancur dihantam bom dan puing-puing gedung.

Ingatan yang mengapung spontan nan instan, bukan buatan atau apalagi bualan. Betapa tidak, berita di tv, koran dan internet hari-hari ini diepnuhi seputar aksi brutal israel itu. Belum lagi satatus YM, email forward-an, blog-blog dan milis-milis, isinya ramai membicarakan seputar korban tak berdosa para anak-anak dan wanita di Palestina. Wajar, sangat wajar, rasa kemanusiaan setiap orang pasti terusik melihat deskripsi dan ilustrasi yang sangat jelas tentang penderitaan anak-anak manusia tanpa dosa itu di berbagai media. Para orang tua anak-anak ini dan juga para suami wanitanya hanyalah memperjuangkan untuk bisa menghitup udara kebebasan tanpa tekanan dan bisa hidup layak di negerinya sendiri. Hidup tanpa ada tekanan dan intimidasi.Menikmati sumber daya alam negerinya sendiri. Tapi balasan dari semua iatu adalah nyawa-nyawa anak-anak dan wanita-wanita tidak berdosa itu. Kebutuhan dasar untuk hidup, seperti mendapatkan air bersih, makanan layak, listrik, gas dan lain-lain bukan hal yang mudahgaza dan ini bisa dijumpai oleh rakyat Palestina. Sang pendatang dan penjajah Israel merampas itu semua.

Dingin adalah selimut mereka pada saat ini, yang mebuat luka menganga semakin perih terasa. Takut, was-was, khawatir dan trauma adalah hantu yang bergentayangan dalam fikiran anak-anak itu. Awan kelabu dan badai memang sedang menerpa langit mereka.

Mereka terkapar kedinginan dan lapar…

Aku yang diselimuti berbagai kehangatan dengan dingin yang masih bisa dnikmati…tak bisa berbuat apa-apa…

—————————————————————————————–

Putra dari Ummu Ahmad tengah menangis.  Dia mencari-cari makanan untuknya, namun dia tidak menemukan apapun.

“Apakah kamu memiliki roti?”  ujar Ummu Ahmad kepada tetangganya.

“Di sini,” ujar Ummu khaled, menjulurkan tangannya dengan sedikit roti yang masih dia miliki.

“Jika kita tidak berdiri dengan siapapun, siapa yang akan berada di samping kita?”

Bombardir tentara Israel ke wilayah Gaza, menjadikan kehidupan mereka tidak normal lagi.

Hanya 14 toko roti dari 47 yang kini masih beroperasi. Dan mereka membuka tokonya dengan kapasitas yang sedikit, itupun hasil uluran tangan para relawan yang membantu.

Amaya, ibu dari 7 anak, sangat gembira saat dirinya mendapatkan tepung untuk dijadikan roti.  Namun akhirnya dia berfikir, bagaimana caranya membuat roti tanpa ada gas (kompor) untuk membuatnya?

“Coba kunjungi tetangga kita,” ujar suami Amaya.

Beberapa menit kemudian, suaminya telah kembali ke rumah dengan roti di tangannya.

“Solidaritas di antara kami, memberikan kegembiraan di tengah-tengah penderitaan kami.”

Solidaritas

Abu Sami memberikan sedikit uang yang ia miliki untuk tetangganya yang membutuhkan.

“Kami harus bekerja untuk memberikan ketenangan disamping penderitaan dan luka-luka kami.”

Abu Anas menyumbangkan baju-bajunya dan barang-barang apapun yang ia miliki untuk diberikan kepada penduduk Gaza.” ujarnya.

“Banyak orang yang menyumbangkan barang-barangnya untuk diberikan kepada yang membutuhkan.  Ini adalah rahmat dari Allah yang menjadikan mereka saling membantu.”

Tentara Israel, hingga kini telah memakan nyawa 822 lebih penduduk Gaza dan melukai lebih dari 3.350 lainnya.

Ratusan rumah dan bangunan lainnya termasuk sekolah-sekolah dan mesjid-mesjid ikut dihancurkan. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

17 Tanggapan

  1. Yang bikin bigung, tadi pagi di berita tv mengatakan “untuk sementaraPBB menghentikan pasukannya untuk mengawal bantuan masuk ke jalur gaza” disebbkan terbunuhnya seorang pasukan PBB yang berusaha mengantarkan bantuan melalui Mesir… Lha saya termangu aja dengernya, gimana sih masak cuma segitu upaya dewan dunia itu?.. ko’ seperti tdak berdaya yaa

    sulit berharap terus sama PBB yg tidak pernah dianggap oleh amerika dan israel, kunci penting sebetulnya ada di tangan negara2 arab terutama mesir, tp itu pun bisa kita lihat kenyataanya..

  2. PBB hanya terdiam, NATO hanya bisa berbica tanpa ada aksi..kemana kah LIGA ARAB?

    Semoga perang cepat usai dan anak anak serta bangsa Palestina bis amenikmati kemerdakaan mereka

    liga arab dan oki (OIC = O I See) juga mandul😀
    amin…se,oga

  3. assalamu’alaykum wr wb

    jangan patah semangat untuk mendoakan mereka. Hanya dengan shalat dan doa dan penuh keyakinan bahwa Allah pasti akan menolong mereka, itulah satu2nya jalan yang dapat kita lakukan,
    Insya Allah

    trimakasih sudah mau mampir di blog saya ^^

    iya sekecil-kecilnya itu yang harus kita lakukan

  4. Miris banget hati,sakit dan pedih ngeliat penderitaan saudara saudara kita disana..
    semoga Segera tercipta kedamaian dibumi Palestina
    Amin

    amin,…
    pilu saya melihat foto pembantaian yg dilakukan tentara israel ini….
    thank sist..

  5. Berharap pada negara arab tetangga ? yang mana?
    Mesir?
    Sudah 3 kali perang dengan Israel. 1948 (kalah habis-habisan), 1967 (kalah total lagi), 1972 (Hampir menang, tapi dititik kritis malah kalah lagi). Ibarat petinju udah bonyok dipukul KO 3 kali, Mesir udah ragu dan malu untuk maju bertarung lagi. Maklumlah trauma dipermalukan tiga kali berturutan.
    Lagipula mesir negara sub sekuler yg pemerintahannya tidak memiliki hukum agama yg mewajibkan pengiriman tentara untuk berjihad. Jadinya yahhhh………kalau cm untuk menghentikan pembantaian tanpa konfrontasi lsg sama Israel masih bisa dipertimbangkan.

    Yang paling bikin muak justru negara yang bentar-bentar bawa-bawa berbagai macam persoalan ke mimbar agama dan mengaku-ngaku mengakomodasi hukum islam dinegaranya justru cuma bisa ngomong mengecam tanpa tindakan konkrit (contoh: Saudi, Kuwait, UEA). Kalo cuma mengecam, venezuela yang nun jauh lain benua, ras non-arab dan mayoritas non-muslim juga bisa mengecam plus mengusir diplomat Israel koq.

    Suriah dan Lebanon secara finansial jauh dari trio arab pengecam yg kaya raya diatas. Boro-boro mau bantu, mikirin rakyat sendiri aja susah. Apalagi Lebanon yang kotanya masih porak poranda dihajar Israel tahun lalu masih dibenahi puing-puingnya.

    saya memang benci tindakan brutal zionis tapi saya juga muak dengan arab kaya yang munafik


    memang hanya sekedar harapan, jauh kalo untuk berharap mesir berada pada satu barisan bersama palestina melawan israel (krn mrk terikat berbagai prejanjian dan hub diplomatik), harapan umat muslim sedunia kpd mesir untuk skrg adalh membuka pintu diperbatasan agar bantuan bisa masuk, itulah yg kita lihat kenyataannya skrg, bahkan rasa kemanusiaannya pun sudah hilang pemerintah mesir ini…
    di grass root (baca:ikhwanul muslimin) semua mendukung palestina, bahkam IM ini spt kita ketahui menang di pemilu bbrp waktu lalu, walau hasilnya dianulir rezim pemerintah berkuasa para aktifisnya ditangkap dan dipenjarakan. saya msih berharap orang-orang ini yg memimpin mesir di masa depan, dan mesir bisa kembali memainkan perannya..inysaAllah

  6. Jangan patah semangat
    ingat nubuwat Rasulullah…
    Muslim tidak akan terusir dari Palestina sampai akhir masa…


    amiin, insyaAllah..
    thank brother..

  7. Semoga do’a yang tidak ada putus-putusnya dari seluruh muslim di dunia dapat membantu saudara-saudara kita di Palestina. Semoga perang segera usai. Amien.
    Salam kenal. Thanks udah mampir ya…
    *kunjungan balik*


    amiin
    sama-sama, terima kasih juga

  8. hanya doa yang terbaik untuk sodara di palistine.

    iya betul

  9. Aku yang diselimuti berbagai kehangatan dengan dingin yang masih bisa dnikmati…tak bisa berbuat apa-apa…

    mendoakan mereka dan memberikan sumbangan sebagai bukti solidaritas kita kepada mereka yg tertindas, paling tidak bisa kita lakukan…

    salam


    sedang berusaha mas
    terima kasih

  10. hikmah dari perang ini, ternyata umat islam (terutama negara2 arab) belum bersatu, seharusnya iman dan islam bisa menyatukan kita, …


    iya mas, inysaAllah banyak hikmah yang bisa kita petik..

  11. terkadang seringnya kita memang lupa bersyukur atas apa yang kita dapat sekarang ini.
    padahal, di luar sana, jauuuuh sekali di luar sana, orang -orang berjuang lebih keras untuk bertahan hidup; bertahan hidup!

    viva for gaza, and for all muslims. Keajaiban ikatan hati kita yang tak dimiliki umat lain adalah, kita seluruhnya bersaudara dan hati kita terikat dengan setulusnya karena akidah kita, krn Alloh..


    iya betul, kita memang harus banyak bersyukur dan selalu mendoakan mereka dan semua umat muslim…thanks..

  12. terima kasih,
    .
    saya juga tidak memiliki daya untuk membantu,
    .
    bahkan sekedar melihat beritanya di tv saya tidak berani,
    .
    saran saya; serahkan pada-NYA

    iya kita serahkan kepadaNya, dengan doa-doa dan uluran tangan kita ya..

  13. just drop by and

    turut mendoakan juga saudara-saudara kita di palestine…

    salam kenal
    rhh

    thanks for coming…
    salam juga

  14. Udah sebulan belum keluar juga nih tulisan barunya.
    Udah kelar happyou masih sibuk yah?


    wuih kirain siapa…
    iya ni bang, kirain bisa langsung nyante..
    pengen posting juga sih..tunggu aja…he..he.

  15. hmmmm sedikit termenung nih

  16. mungkinkah semua itu akan berakhir….mungkin dengan perjuangan yang bengitu dahsyat…semangat terus…masih bisa hal yang bisa untuk di lakukan…hahaha cahyo…

  17. tulisannya selalu menarik dan menginspirasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: