Waktu

tokeiSeorang teman pernah mengajak saya bermain ke suatu tempat pada suatu akhir pekan sebagai selingan karena kesibukan pekerjaan Lab. Dengan berbagai pertimbangan saya menolak ajakan teman saya ini dengan mengatakan, “Wah maaf saya gak ada waktu, saya gak bisa pergi di akhir pekan..”. Teman saya ini menimpali pernyataan saya ini dengan mengatakan,” 時間は作るもんだ(jikan wa tsukuru mon da, kurang lebih artinya waktu adalah sesuatu yang bisa dibuat).

Sempat berfikir sejenak, setelah teman saya ini berkata demikian. Semakin difikir, semakin mengerti maksud teman saya ini. Maksud dia, waktu adalah sesuatu yang bisa diatur sesuai kemauan. Kalau kita mau, waktu sebetulnya akan ada/tersisa. Jadi masalahnya mau atau nggak kita menyisihkannya. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh sejauh mana kita menganggap penting akan sesatu hal, yang bila dilakukan akan memakan bagian waktu yang kita punya. 

Seorang bapak/orang tua, bisa saja dengan berdalih karena sibuk pekerjaan di kantor, tidak sempat lagi bisa bermain-main dengan anak-anaknya, apalagi bisa membantu pekerjaan rumah tangga, karena hari libur-sabtu/minggu habis dipakai untuk  istirahat atau tiduran setalah capek semingguan. Benarkan yang demikian? Jawabnya saya gak tahu persis, tapi yang jelas kalau memang bisa memandang bahwa bercengkrama dengan anak-anak, membantu pekerjaan istri di rumah dan sejenisnya merupakan hal yang penting, pasti akan ada kemauan untuk “membuat” waktu dan dia akan bisa menyisihkan sebagian waktunya.

Peringatan Sang Pencipta  waktu kepada manusia, bahwa manusia sangatlah rugi sehubungan dengan waktu ini, sangatlah tepat. Mereka yang merugi adalah adalah orang-orang yang tidak bisa “membuat” waktu. Ya, membuat paruh-paruh waktu untuk kebaikan sesuai dengan skala prioritas dan aktifitas yang dipunyainya.

Yuk, kita buat waktu😉 , Waktu buat Dia, buat pekerjaan, buat keluarga, buat diri sendiri dan lain-lainnya. Secara tidak langsung sebetulnya pada saat bersamaan kita membuat skala prioritas, sesuai kualitas dan kuantitas dari setiap aktifitas yang kita kerjakan.

 

5 Tanggapan

  1. sayangnya kita kadang harus mengorbankan yang tidak menjadi prioritas untuk mendahulukan yang prioritas. Sehingga selalu tampak menyakitkan karena telah mengorbankan sesuatu…

  2. betul banget
    kadang kita susah memanajemen waktu untuk diri kita sendiri

  3. assalamualaikum…
    Agus-niisan, salam kenal
    Banyak-banyakin artikel tentang jepang ya..
    Lia ada rencana mau nyoba beasiswa ke Jepang tahun ini.

    Yoroshiku onegaishimasu..

    Boleh minta email niisan nggak? Lia mw konsultasi gratis tentang jepang..
    ^_^

    silahkan, email ada di page “saya”….

  4. Ass Wr Wb,

    Pada intinya bermuara kepada yang namanya planning……kita yang buat kita yang konsist melaksanakan….waktu yang mengatur kita bukan kita yang mengatur waktu….right bro….

  5. perencanmaan yang tepat, sistematis, taktis kemudian duduk manis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: