Perubahan

stairPerubahan adalah sunnatullah. Dunia yang sudah semakin tua ini pun, telah dan sedang berubah. Manusia dan setiap indvidunya berubah. Kulit menjadi keriput, rambut memutih dan gejala-gejala lain karena proses-proses penuaan adalah contoh-contoh perubahan dalam diri manusia yang tidak bisa dihindari. Taraf hidup menjadi lebih baik,atau sebaliknya, berprestasi, hidup sehat, perubahan dalam membina kekuatan hubungan dengan Sang Pencipta, adalah contoh-contoh perubahan yang merupakan hasil pilihan dari si individu manusia itu sendiri.

Perubahan itu sendiri merupakan sebuah proses. Kita bukan satria baja hitam yang dalam hitungan detik bisa berubah😀. Dalam merubah kondisi fisik dan/atau rohani diperlukan waktu, yang bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Yang pasti, setiap orang mengharapkan perubahan hanya ke arah yang lebih baik dan bukan sebaliknya. Seberapa besar penghayatan terhadap pentingnya perubahan itu dalam dirinya, akan sangat berpengaruh pada proses perubahannya itu sendiri.

Perubahan dan loncatan dalam kepemilikan harta dan ilmu seharusnya diikuti dengan lonjakan perubahan-perubahan prestasi dalam pengabdian kepadaNya. Hal ini bukan saja sebagai bukti syukur kepada Sang Pemilik harta dan ilmu tersebut, tapi juga melalui harta dan ilmu titipanNya itu, diharpkan bisa menghasilkan perubahan-perubahan lainnya ke arah yang lebih baik untuk manusia dan lingkungan sekitarnya. Jeferry Lang dalam bukunya “Even the angels ask” menyatakan :

“Selama kita hidup, tidak ada batas akhir dalam pertumbuhan diri kita yang bisa dicapai, karena kita tidak pernah bisa mencapai satu tahapan di mana kita tidak lagi memperoleh manfaat dari beramal saleh. Seorang muslim percaya bahwa tidak ada perbuatan baik yang sia-sia. Betapapun kecilnya perbuatan itu, ia akan menguntungkannya di dunia dan akhirat”.

Proses perubahan menuju perbaikan itu terus berlanjut, ujungnya adalah kematian. Perubahan sekecil apapun, selama itu adalah kebaikan, akan mendapat pahala dariNya.
Kata-kata hikmah dari Umar Ra. Bahwa kita harus senantiasa menghisab setiap amalan kita di dunia sebelum nanti dihisab di hari akhir, bisa bermakna bahwa kita harus senantiasa menghitung setiap lonjakan dan prestasi ibadah dan membandingkannya dengan “prestasi” keburukan-keburukan yang kita lakukan. Dengan begitu akan tetap terjaga dan sadar ketika terjadi neraca negatif dalam perubahan yang terjadi dalam diri.

“Life is constantly changing. Seasons change and despite the myth, people do change. Making the decision to change the direction of your life is the first step to living. It is a choice you must make everyday until you reach your goal. Humans are creatures of habit. When you feel “stuck” it’s because you’re resisting change. Embrace change and take your life in directions you never imagined.” (eHOW)

6 Tanggapan

  1. Perubahan itu sangat perlu,,..

    Benr2 perlu dech……..

    Salam semangat dari Bocahbancar di Bandung……

  2. Belum sempat update lagi yawh Mas…..

  3. berubah untuk lebih baik pastinya🙂

    sip… betul…

  4. bener sekali , perubahan itu butuh proses…

  5. semua comand dari sahabat sahabat kita blue setuju………dan blue senang jikaperubahan itu menuju ketitik yang snagat baik dan lebih dari kemaren.
    salamhangats ellau

    pa cabarbang?
    lama tak bersapa

    …gmn blue, dah berubah?😀

  6. yups,
    kita memang harus berubah menjadi yang lebih baik untuk hari esok.
    dan hari esok sebaiknya lebih baik dari hari sekarang.
    salam knl ya mas.

    salam kenal juga…
    trims dah berkunjung…
    salam perubahan😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: