Dirgahayu Indonesiaku!

Siapa yang tidak tahu walt Dsiney…

Tokoh penemu karakter Mickey Mouse itu, yang juga pembangun istana bermain terbesar di dunia, Wahana Disney.

Jauh setelah Walt Disney meninggal, terjadi percakapan antara istrinya dengan seorang sahabatnya. Keduanya mengagumi hasil kerja Disney yang luar biasa itu. Tapi sang sahabat di ujung pembicaraannya mengungkapkan nada sedihnya. “Sayang, Walt Disney tak sempat melihat apa yang ia bangun,” begiut katanya.

Tapi, kata istri Walt Disney, pendapat itu salah. Jauh sebelum wahana Disney dibangun dan hasil kerjanya selesai, Walt Disney sudah melihatnya berdiri dengan nyata, dii alam ide, di alam gagasan, di alam kepalanya. Kisah ini ditulis ulang di buku karya Rhenald Kasali ketika membahas bab kekuatan seeing is believing. Orang-prang besar, selalu melihat sesuatu sebelum orang lain melihatnya, bahkan menyadarinya. Lalu mereka mewujudkannya.

Bangsa Indonesia membutuhkan orang-orang berjiwa besar semacam ini, yang mampu melihat masa depan, sebagaimana jiwa besar yang pernah dimiliki para pahlawan yang merebut kemerdekaan bangsa ini.

Dirgahayu Indonesiaku…..

Aku teringat akan bangsaku, bangsa yang gemar membanggakan diri padahal babak belur karena carut marut. Tapi aku ingin pulang.(Hirata, Edensor)😀

Diambil dari sebuah forum :

Ada lima tokoh yang memenangkan penghargaaan Achmad Bakrie Awards tahun ini. Di antaranya adalah Warsito PhD, yang meraih penghargaan kategori teknologi. Inikah isyarat bahwa ia akan terpilih menjadi Menristek dalam kabinet SBY mendatang? Warsito tak mau bicara soal itu. Dunianya adalah dunia ilmu. Tenang tapi menghanyutkan.
Empat pemenang lainnya adalah Pantur Silaban peraih untuk bidang
sains, Danarto kategori kesusasteraan, Ag Soemantro Hardjojuwono untuk bidang kedokteran, dan terakhir Sajogyo pemenang di bidang pemikiran sosial.

Di dunia akademisi internasional, Warsito dikenal sebagai pionir
dalam teknologi tomografi, yaitu teknologi untuk memindai berbagai
macam obyek dari tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan,
reaktor nuklir hingga perut bumi. Penemuannya yang paling spektakuler
adalah tomografi volumetrik 4D yang dipatenkan di Amerika dan lembaga
paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi ini diperkirakan akan
mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang
dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi. Warsito sudah membangun sebuah institusi riset swasta pertama di Indonesia untuk mengembangkan teknologi tomografi volumetrik untuk berbagai aplikasi. Meskipun masih berskala kecil, institusi yang dibangunnya mempunyai reputasi tinggi di dunia dan telah mampu menjalin kerja sama riset dengan lembga riset dan universitas kelas dunia seperti Ohio State University (AS), National Natural Science Laboratory of Japan (RIKEN, Japan), Nanyang Technology University (Singapore), dan Universiti Kebangsaan Malaysia (Malaysia).

Produk dari institusinya telah dipakai di berbagai institusi dunia, termasuk Ohio State University (AS), Cambrige University (UK), B&W Company (AS), dan Morgantown National Laboratory (Dept of Energy, WA, AS). Institusi yang dibangunnya juga telah menjadi standar bagi teknologi tomografi volumetrik dan yang dikembangkan di seluruh dunia dan dipublikasikan di dua jurnal internasional terkemuka, yaitu Measurement Science and Technology (UK) dan IEE Sensors Journal (AS). Lembaga penelitian yang juga memberikan beasiswa dan bimbingan penelitian bagi mahasiswa Indonesia dari seluruh tanah air. Ini sebagai bantuan untuk menyelesaikan tugas akhir dengan pembinaan riset kelas dunia bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset dunia yang terikat dalam kerjasama penelitian.

Di bidang keorganisasian, Warsito adalah salah satu pendiri dan ketua umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI). Selama menjabat sebagai ketua umum MITI sejak tahun 2005, Warsito telah membangun jaringan MITI di seluruh Indonesia dan luar negeri terutama
MITI-Mahasiswa di 50 kampus di 26 Propinsi di seluruh Indonesia.
Program utama yang dilancarkan MITI adalah meningkatkan kualitas
akademis dan kemampuan riset mahasiswa Indonesia, serta membantu
pengembangan SDM mahasiswa Indonesia melalui program pengiriman
mahasiswa Indonesia untuk belajar ke luar negeri. Tahun 2007 MITI
bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh
berhasil mengirim mahasiswa untuk program belajar S2 dan S3 sebanyak 51 orang atas beasiswa dari pemerintah Saudi Arabia. Saat ini MITI juga sedang membangun kelompok-kelompok belajar dan riset bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh pelosok tanah air untuk membudayakan riset ilmiah dan mendorong segera terwujudnya universitas riset di universitas- universitas seluruh Indonesia.

Dr Warsito lahir di Solo, 1967, adalah seorang penemu alat pemindai
tubuh (tomografi) yang lebih murah dan akurat yang dinamakan ECVT
(electrical capacitance volume tomography). Warsito meraih gelar doktor
dari Universitas Shizuoka Jepang tahun 1997. Dia memulai riset tomografi ini sejak tahun 1991, ketika masih menjadi mahasiswa S1. Saat itu ia masih mengembangkan tomografi ultrasound yang bertujuan untuk
mendeteksi kepekatan gas dan partikel di dalam reaktor berfasa banyak.
Selain melakukan penelitian, Warsito juga mengajar di Sekolah MIPA
dan Fisika, Universitas Indonesia, mengarahkan murid-murid postdoctoral
dari Universitas Negeri Ohio, Universitas Negeri Washington dan Universitas Shizuoka. Warsitor adalah salah satu dari ’50 Tokoh’ Revolusi Kaum Muda versi majalah Gatra, (Edisi Khusus 2003), ’10 Tokoh yang Mengubah Indonesia’ versi majalah Tempo (Edisi Khusus Akhir Tahun 2006), dan juga terpilih menjadi salah satu dari ‘100 Tokoh Kebangkitan Indonesia’ versi majalah Gatra (Mei, 2008).

Selain di MITI, Warsito juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Komisi Kebijakan Publik yang salah satunya bertanggung jawab langsung dalam merancang dan menyusun flatform pembangungan PKS Bidang Perekonomian. Warsito menghabiskan waktu bertahun-tahun demi menggeluti ilmunya. Dengan temuan teknologinya, Warsito juga disebut-sebut banyak kalangan sangat layak mendapat Hadiah Nobel.

Check also at  : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/13/19245818/Lima.Orang.Ilmuwan.Peroleh.Achmad.Bakrie.Award

warsito

 

2 Tanggapan

  1. Bangsa ini butuh orang-orang yang benar-benar berdedikasi. dedikasi dari berbagai sudut pandang, keilmuan, loyalitas terhadap rakyat dan sebagainya. bangsa ini tidak membutuhkan orang yang hanya berjuang untuk kepentingan diri dan golongannya saja. menarik kita tunggu siapa saja orang yang akan diberi mandat untuk mengurus negeri ini. merdeka!
    Iklan Baris Gratis

  2. Indonesia memang butuh orang2 spt ini ni, berprestasi dan juga berwawasan ke depan….
    optimis deh, indonesiaku😉

    makasih infonya mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: