Karena karunia harus dijemput

Alkisah seorang ibu terkaget-kaget tatkala menerima sepucuk surat dari wali kelas anaknya, yang isinya menyatakan bahwa anaknya itu adalah anak yang terbelakang dan sedikit tuli sehingga tidak layak untuk disekolahkan. Sang ibu terhenyak, tapi segera bangkit dan bertekad dalam hatinya,” Aku yang akan membesarkan dan mendidik anak ini dan akan membuktikan bahwa anak ini bukan anak yang bodoh”.  Hari-hari terus dilalui, di rumah sang ibu menjadi pengajar dan pendidik pribadi anak ini, sehingga menumbuhkan percaya diri dan perasaan dirinya berarti. Meskipun secara fisik agak tuli, namun ternyata semua yang dialaminya tidak menghalanginya untuk maju. Sehingga pada akhirnya dia menjadi peneliti kelas dunia, dengan patent tidak kurang dari 1000 atas nama dirinya. Siapakah dia? Dia adalah Thomas Alva Edison.  Dan ibunya ini bernama Nancy Edison.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini adalah masalah persepsi dan bagaimana kita menindaklanjuti persepsi ini.  Nancy Edison merasa persepsi dia berbeda dengan guru anaknya ini. Dia tidak membiarkan keterbatasan pada Thomas menjadikannya berhenti untuk mendidiknya, bahkan sebaliknya dia jadikannya sebagai pemicu untuk memutarbalikan persepsi guru Thomas di sekolah.

Begitulah juga kita, terkadang merasa terkungkung dengan permasalahan-permasalahan atau kegagalan-kegagaln yang kita hadapi dan semakin sulit kita keluar dari permasalahan-permasalan itu karena persepsi terhadap permasalahan itu sendiri tidak benar atau tidak pas.  Padahal banyak orang-orang besar awalnya mereka bangkit dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

“Masalah merupakan tanda kehidupan. Semakin banyak masalah, semakin hidup diri anda.” Dr. Norman Vincent.

“Yang dilihat orang pada kesuksesan saya hanya 1%. Tetapi yang tidak mereka lihat adalah 99%, yaitu kegagalan-kegagalan saya.” Soichiro Honda.

“Jangan menyebutnya suatu kesalahan. Jadikan suatu pelajaran.” Thomas A. Edison.

Begitulah orang-orang besar melihat permasalan dan kegagalan. Ada pelajaran yang bisa diambil dari permasalan dan kegagalan untuk bisa maju dan bangkit.

Dalam sebuah pelatihan, sang intsruktur meminta para peserta untuk menuliskan beberapa permasalahan yang dihadapi. Beberapa peserta diminta untuk mengutarakannya di depan peserta yang lain. Dari beberapa orang yang mengutarakan itu  dapat diambil kesimpulan bahwa permasalahan yang dihadapi untuk merealisasikan rencana-rencana mereka adalah masalah keuangan/finansial. Ada yang berniat untuk memulai usaha dan terbentur masalah modal. Ada juga yang berniat untuk lanjut studi ke jenjang yang lebih tinggi tapi merasa tidak mampu karena biaya pendidikan yang sangat mahal dan lain-lain.

Mungkin benar, uang/finansial menjadi permasalahan awal untuk memulai melangkah. Terlebih di zaman sekarang segala sesuatunya harus memerlukan uang dan harga-harga barang pun mahal. Tapi apakah kalau tidak ada dukungan finansial di awal lantas rencana-rencana atau target-target yang sudah kita buat itu harus kita kubur dalam-dalam?Apakah tidak ada jalan lain?

Thomas A. Edison muda adalah seorang penjaja koran di kereta api

Robert Koch, seorang peraih nobel di bidang kedokteran adalah anak  dari seorang buruh tambang yang miskin

Ernest Rutherford, seorang peraih nobel di bidang kimia adalah masa kecilnya hidup sulit, ayahnya hanya pembetul roda gerobak

Henry Ford awalnya seorang montir yang magang di sebuah bengkel

Konosuke Matsushita hanya berbekal 100 yen ketika memulai bisnis di rumah kontrakannya

Liem Sioe Liong  di awal kedatangannya  di Indonesia tanpa uang seperserpun dikantong

Cukup banyak contoh-contoh cerita orang sukses, dan mereka mengawalinya dengan kerja keras dan susah payah.  Kekuatan ide dalam menentukan target/goal dan keistiqamahan dalam usaha untuk mencapai goal ini memberi spirit tersendiri bagi mereka sehingga tidak mudah putus asa di tengah jalan.

(Lagi-lagi) Thomas A. Edison berujar : “Kecerdasan terdiri satu persen anugrah dan sembilan puluh sembilan persen adalah kerja keras dan jerih payah.”

Kita perlu melakukan perubahan-perubahan agar ada perbaikan dalam kehidupan kita.  Perubahan-perubahan yang tidak sama prosesnya untuk setiap individu, baik dari sisi waktu, kesempatan dan kadar perubahan itu sendiri. Sedang waktu adalah hanya kumpulan satuan-satuan kesempatan. Orang-orang yang bisa mengambil setiap kesempatan yang ada di depan makatanya, sekecil apapun, merekalah yang bisa mengadakan perubahan itu.

Karunia dari Yang Maha Kuasa sangat banyak bertebaran baik dalam diri ataupun  di luar sana. Hanya berpangku tangan sambil memandangi rumput tetangga yang terlihat seperti hijau, tidak akan merubah apa-apa. Dengan segala keterbatasan yang ada pada diri karunia itu harus dijemput.  Kerja keras sambil berusaha dan terus berusaha bisa jadi merupakan kunci untuk mendapatkan keberhasilan sebagimana yang pernah dibuktikan oleh para “pemenang” apaerti yang disebutkan di atas.

Wallahu’alam

7 Tanggapan

  1. posting inspiratif dan sangat memotifasi, saya suka membacanya…
    salam hangat dari http://aditric.wordpress.com
    kpn waktu mampir y,,,Tq^^

  2. Subhanallah,,, Saya menjadi lebih tersemangati lagi membaca tulisan ini,,, Segala keterbatasan ini tak akan meluluhlantakkan impian besar saya,,,

    Salam semangat selalu


    salam semangat juga anak muda😉

  3. Asik juga baca tulisannya, blognya bagus.


    alhamdulillah..

  4. tulisannya cukup panjang,..
    trapi lumayan okelah,..
    karna cukup g membosankan,…

  5. postingan yang bagus tp panjang bgt,..

  6. Smoga bs istiqomah (O_O)

  7. saya suka ini: “Masalah merupakan tanda kehidupan. Semakin banyak masalah, semakin hidup diri anda.” Dr. Norman Vincent.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: