Dan parkir sepeda pun bayar

Pengalaman ini terjadi sekitar 1.5 tahun yang lalu, masa di awal-awal bar pindah ke Tokyo.  Jarak dari apartemen ke stasiun terdekat sebetulnya hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit dengan berjalan kaki. Tapi untuk lebih mempersingkat waktu,  sepertinya lebih baik naik sepeda, lumyan bisa hemat sekitar 5 menitan. Begitu pikir saya waktu itu. Hari pertama kerja, dengan perasaan tanpa dosa saya parkirkan sepeda di pelataran sekitar trotoar dekat stasiun. Pulang kerja, turun dari kereta api, ambil sepeda, saya lihat di stang sepeda ada stiker yang bertuliskan bahwa di sekitar situ tidak diperbolehkan parkir, dan dianjurkan untuk parkir di tempat yang telah disediakan. Rupanya saya parkir sepeda di tempat terlarang untuk parkir sepeda. Karena di stiker itu disertakan juga peta tempat parkir sepeda, hari itu juga saya cari tempat parkir speda yang dimaksud, dan ketemu.

Hari berikutnya, sepeda diparkir di tempat yang dianjurkan itu. Tapi pas pulang sepeda sudah tidak di tempat parkir lagi. Ada di pinggir trotoar tapi bukan lagi area tempat parkir. Dan stiker yang sama ada lagi tertempel di stang sepeda saya. Hari berikutnya, kejadian serupa terjadi lagi. Saya berpikir, ini siapa yang iseng banget memindahkan sepeda dari tempat parkir, sehingga saya dapat teguran terus parkir disembarang tempat lewat stiker-stiker itu tadi. Begitu lihat-lihat sekiling parkir itu, saya kaget bukan kapalang melihat sebuah tulisan yang cukup besar :  “area parkir sepeda ini BERBAYAR” astaghfirullah… ini rupanya masalahnya. Ruapanya petugas parkir memindahakn sepeda saya ke luar area parkir, dan petugas lain menempeli stiker peringatan itu. Sepeda gitu lho! Ternyata harus bayar. Saya tidak tahu pasti berapa bayar parkir sepeda di situ, karena tidak ada penjelasan detail di papan pengumumannya itu. Yang ada hanya ada tempat dan nomor telp yang bisa dihubungi bila hendak berlangganan parkir disitu.

“Ini Tokyo Kang!” begitu seorang teman menimpali saya tatkala saya menceritakan kejadian ini kepadanya. Bagi yang terbiasa hidup di kota besar semacam Tokyo mungkin hal ini adalah hal yang biasa. Tapi bagi saya waktu, orang yang baru datang dari kampung Kofu (Yamanashi), benar- benar kaget . Jangankan sepeda, di Kofu untuk mobil pun masih   ada area parkir gratis walaupun terbatas hanya 30 menit. Hal lain yang cukup mengagetkan juga, apabila parkir di tempat terlarang dan dibiarkan beberapa hari di tempat tersebut, sepeda akan diambil dan akan terkena denda 5000 Yen! Padahal harga sepeda baru sekitar 10.000 Yen.

Coba-coba cari di internet detail tentang aturan-aturan bersepeda di Tokyo, dapat link ini.

-Denda sebesar-besarnya 50.000 Yen bisa dikanakan kepada: pelanggar lampu merah, bersepeda sambil berpayung dan sepeda yang tidak disertai lampu penerang (anggap saja 1 yen 100 rupiah, jadi berapa tuh :D)

-Denda 100.000 Yen atau hukuman kurung 5 tahun kepada pemakai sepeda yang diketahui mabuk (minum sake/minuman beralkohol)

-Denda 20.000 Yen kepada pengendara yang mengayuh sepeda sambil menggunakan telp genggam/ HP

Dll….

Hmm…capek juga😀

Mulai saat itu saya tidak pernah lagi naik sepeda, kecuali kalau pergi ke mesjid atau super market, di sana gratis soalnya parkir sepeda🙂.

3 Tanggapan

  1. Waduh kang unik oge eta pengalaman nya , meureun ari tadina sami we sareung di pasir koja , parkir sepedah teh .
    cul jeun jeun …….

    mun di urang parkir sapeda bayar, matak pipaseaeun, parebut lahan parkir ..he..he

  2. Udah lama nggak posting nih mang Yan. Sibuk yah?


    oi ndri….genki?
    iya nih, sibuk..
    mudah2an skrg mah sibuknya ada artinya😉

  3. Mun diurang mah…geus digubug ku tukang kindeuw..lain petugas parkir nya Yan 🙂


    enya, naon atuh nu teu raib di urang mah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: