Ramadhan 1431

Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an. Firman Allah : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” QS Al Baqoroh [2]:185.

“Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “Allah Subhanahu Wataala berfirman : “Setiap amalan anak Adam (manusia) adalah untuknya (dapat diperiksa sendiri dan dinilai baik buruknya), melainkan amalan puasa, maka sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku (Aku sendiri yang dapat memeriksa dan menilainya) dan oleh sebab itu Aku sendirilah yang akan menentukan berapa banyak balasan yang perlu diberikan kepada mereka yang berpuasa.” (Hadis riwayat Bukhari).

Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan.” (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)

Ramadhan tahun ini (1431) di Jepang dan daerah-daerah yang berada di sebelah utara garis khatulistiwa jatuh pada musim panas.  Agak berbeda dengan Ramdhan tahun lalu yang jatuh di sekitar pertengahan musim panas sampai menjelang musim gugur, tahun ini bisa dikatakan betul-betul pertengahan musim panas.  Suhu rata-rata 35 derajat celcius  dan rentang waktu siang yang cukup panjang mungkin menjadi faktor  yang membuat shaum Ramadhan di musim panas tarasa berat. Kalau dari sisi waktu, bulan Agustus masih agak mendingan di banding bulan Juni-Juli.  Untuk daerah Tokyo dan sekitarnya, waktu shubuh pada bulan Agustus kisarannya jatuh pada pukul 3:11 – 3:44 dan waktu maghrib kisarannya jatuh pada pukul 6:46 – 6:11. Sedangkan pada bulan Juni waktu shubuh terawal jatuh pada pukul  2:36 dan maghrib jatuh pada pukul 19:00.

Masih ingat sekitar 10 tahun yang lalu, Ramadhan jatuh pada musim dingin, bulan  desember-januari.  Rentang waktu siangnya relatif lebih pendek di banding pada musim panas, suhu yang dingin juga membuat badan tidak banyak mengeluarkan keringat dan kerongkongan tidak terlalu terasa kering, sehingga terasa lebih ringan.

Adalah sebuah kenikmatan besar saya bisa bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan di tahun ini, dalam suasana yang bisa dikatakan normal. Banyak saudara-saudara kita melewatkan bulan suci Ramadhan ini dalam suasana mencekam dan diliputi rasa ketakutan karena tertindas atau lingkungan yang lebih “ganas” karena suhu yang sangat tinggi atau sebaliknya, sangat rendah dan hambatan-hambatan lainnya sehingga shaum terasa lebih berat untuk dilkasanakan.

Saat ini di daerah Tokyo dan sekitarnya, mesjid  tidak terlalu sulit untuk dijumpai. Denyut nadi kegiatan-kegiatan di bulan suci Ramadhan sangat terasa peningkatannya. Mulai dari ifthar bersama, tarawih, program pengajian untuk anak-anak, dewasa, ibu-ibu dan bapak-bapak, pengajian dengan mendatangkan ustadz/syaikh dari timur tengah dan lain-lain.

Alhamdulillah sempat mengikuti kajian yang dibawakan oleh seorang syaikh yang bernama Salah Soltan. Beliau adalah seorang syaikh sekaligus seorang  professor yang juga pendiri American Center for Islamic Research. Kajian “ngabuburit” yang dimulai sekitar pukul 17:00 bertema sekitar semangat Ramadhan dan Dakwah. Jamaah yang datang cukup banyak dan cukup berdesak-desakan. Pesan beliau di akhir pembicaraannya, dan ini yang cukup mengena bagi diri saya pribadi adalah :

“Di bulan suci Ramadhan ini :

-kurangi tidur dan perbanyak membaca AlQur’an

-kurangi makan dan perbanyak memberi makan (orang miskin/anak yatim)

-kurangi bicara yang tidak perlu dan perbanyak dzikrullah”

Menurut beliau ke tiga hal ini bukan saja menjadi ahsanu ‘amala yang tentunya akan mendapat pahala terlebih di bulan suci Ramadhan ini akan berlipat-lipat,  tetapi juga akan memberikan efek latihan apabila rutin dilakukan sehingga terbiasa, bukan saja di bulan Ramadhan akan tetapi juga di 11 bulan yang lainnya.

Kita sudah memasuki  10 hari ke dua  di Bulan Ramadhan 1431, mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa meningkatkan amal ibadah di di sisa-sisa bulan suci Ramadhan ini, baik dari sisi kuantitas dan juga dari sisi kualitas ibadah itu sendiri, amiin ya Rabbal’alamin.

Satu Tanggapan

  1. Assalamualaikum Wr. Wbr.

    Terima kasih anda telah berkunjung ke blogsite saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: