Coretan di Akhir Tahun

“Tiga hal yang membuatmu menjadi manusia terbaik. Pertama, laksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling baik beribadah. Kedua jauhilah apa yang dilarang olehNya, niscaya engkau menjadi orang yang zuhud. Dan ketiga, terimalah dengan ridha rizki yang Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.” (Abdullah bin Mas’ud r.a)

Dalam hitungan satuan waktu terkecil sekalipun, sebuah eksistensi mengalami penambahan umur seiring berjalannya waktu itu sendiri. Pada saat bersamaan, “jatah” waktu eksistensinya berkurang dan terus berkurang sampai akhirnya habis. Begitupun manusia dan semua makhluk yang bernyawa di alam ini,  mempunya fase eksis yang semua diawali dan diakhiri oleh fase “tiada”, mempunyai umur yang tertentu dan bisa berbeda-beda.

Kita tidak pernah tahu berapa lama  jatah umur yang berupa masa eksis ini. Kita tidak pernah diperintahkan untuk mencari tahu dan memang tidak akan pernah akan bisa mencari tahu dan bisa mendapatkan jawaban berapa lama waktu yang kita miliki. Kita hanya diperintahkan untuk menata dan mengelola jatah eksis itu oleh Sang Pemilik masa  itu sendiri. Quote kata-kata hikmah dari Abudullah bin Mas’ud di atas cukup menjadi tuntunan dalam mengelola dan menata masa yang berbatas yang diberikan Yang Maha Penguasa, Allah SWT

Pengelolaan dan penataan waktu erat kaitannya dengan pengaturan jadwal,  penentuan rencana dan skala prioritas. Jadwal dan rencana itu sendiri tersusun dari sebuah agenda besar berupa target-target, lebih jauh lagi dari misi, visi dan tujuan untuk suatu jangka waktu tertentu. Tersirat, tausyiah dari Abdullah bin Mas’ud r.a manyatakan bahwa untuk menjadi yang terbaik kita harus menetapkan tujuan terbaik  juga yang bisa kita raih.  Menetapkan amal ibadah terbaik yang bisa kita laksanakan  membuat target terbaik yang ingin dicapai di tempat kerja/kantor atau studi/sekolah  dalam beberap waktu ke depan, dan sebaliknya, pada saat bersamaan mengurangi sampai akhirnya menghilangkan dan menggantinya dengan hal-halk yang baik dari apa-apa yang selama ini tidak/kurang baik.

Hal selanjutnya yang harus dikelola setelah tersusunnya target dan perencanaan adalah masalah kedisiplinan. Seberapa bagus dan detailnya target dan perencanan jadwal apabila tidak diiringi dengan kedisplinan untuk kontinyu dan konsisten dalam pelaksanaannya akan menjadi nol besar tanp ada hasil dan perubahan apa-apa. Berapa banyak orang atau sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah organisasi begitu lihai dalam mematok target dan tujuan, tapi tidak menshasilkan apa-apa di penghujungnya karena disebabkan tidak sinkronnya antara target-target itu sendiri dengan pelaksanaanya karena tidak disiplin dan tidak konsisten.

Ada benarnya ungkapan bahwa kita harus meluruskan niat. Seiring berjalannya waktu niat yang sudah kita tetapkan di awal sering berubah karena berbagai macam faktor, oleh karena itu harus dikembalikan lagi ke niat awal agar lurus seperti yang pernah kita tetapkan. Tanpa merubah agenda besar,  reivisi-revisi untuk perbaikan mungkin kita perlu ambil atas pilihan-pilihan yang telah kita putuskan. Perbaikan-perbaikan ini diperlukan untuk mewujudkan agenda besar itu tadi agar lebih mudah.

Hal lain yang harus dikelola adalah masalah rasa. Ini erat kaitannya dengan pencapaian target yang telah kita tetapkan tadi dan masalah rizki seperti yang tertulis pada quote diatas. Rasa adalah energi yang bersumber dalam diri dan mengikat banyak elemen yang fundamental ; hati, jiwa naluri dan akal, untuk melahirkan sikap dan sifat terhadap sebuah keadaan yang dihadapi (Sulthan Hadi). Untuk melakukan perubahan  dan perbaikan bisa jadi kita memerlukan perubahan suasana, perubahan lingkungan dan fisik di sekitar kita; tempat kerja, tempat tinggal, barang-barang yang dimiliki dan lain-lain. Tapi sebetulnya mengelola rasa, mengubah cara pandang dan menguatkan suasan bathin adalah yang paling penting. Maksudnya adalah bahwa suasan bathin itu lebih penting daripada suasana di luar kita. Rasa yang dimiliki lebih kuat pengaruhnya untuk menikmati setiap keadaan yang kita temui. Keelokan rasa inilah yang merupakan amalan hakiki dalam elemen jiwa kita, yang membuatnya mengkilap, meninggikan  dan memlihara dari ketergelinciran dari kejahatan dan ketidakpuasan akan dunia dan terpeliharanya syukur nikmat.

Adapun sehubungan dengan rizki itu sendiri, kita tidak akan pernah berdoa untuk diberi rizki yang lebih dari yang Allah tentukan kepada kita, karena rizki setiap kita sudah Dia tentukan takarannya. Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW,  lewat salah satu do’a yang sering kita dengar :

“Ya Allah Tuhan kami, kami memohon kepada Engkau keselamatan dalam agama, kesehatan dalam tubuh, bertambah ilmu, keberkahan dalam rezeki, tobat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan sesudah mati. Allah Tuhan kami, mudahkanlah kami ketika sekarat, lepaskanlah dari api neraka, dan mendapat kemaafan ketika dihisab. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

Kita hanya diminta untuk berdoa agar rizki yang diberikan kepada kita menjadi berkah dan bermanfaat bagi diri kita, keluarga dan orang lain. Bukan sebaliknya, rizki yang didapat jangankan untuk orang lain, untuk dirinya sendiri  sedikitpun tidak memberi manfaat, na’udzubillahi min dzalik.

Untaian jejak kehidupan yang sudah kita lewati sudah terekam dalam gulungan pita kaset kehidupan yang sudah tertutup dan tidak mungkin untuk dirubah. Kita hanya bisa belajar dari sana. Momen di awal tahu n Hijriah dan akhir tahun masehi ini adalah momen terbaiik untuk melakukan evaluasi target-target yang pernah kita tetapkan satu tahun ke belakang. Melanjutkan hal-hal terbaik yang pernah dicapai dan memperbaiki, memperbaharui dan mengoreksi apa-apa yang tidak tercapai.

Wallahu’alam

Otsuka, 30 Desember 2010

4 Tanggapan

  1. Nice blog and nice post sob!😀
    Kunjungan balik dan kasih komen di postingan ane ya sob!


    thanks
    meluncur ke tkp…;)

  2. bisa jadi ini adalah tahun terakhir kita. semoga sll lebih baik


    amiin….

  3. Coretan Di akhir Tahun nya keren abis Kang Yanyan, Semoga di tahun ini selalu membawa berkah buat orang lain….amin..

    amiin…Nuhun In..

  4. coretan awal tahunnya mana mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: