Sepeda motor

Beberapa hari yang lalu mobil yang saya tumpangi hampir terjadi kecelakaan. Awalnya, sepeda motor yang bergerak dari arah berlawanan terlihat ugal-ugalan sedang menyusul sepeda motor lainnya dan terlalu merapat ke tengah jalan, melihat gelagat ini sopir mobil yang saya tumpangi mengambil inisiatif mambanting stir ke arah kiri, dan brak!! sepeda motor yang melaju kencang dari arah berlawan tersebut  menyentuh spion kanan mobil, beruntung sopir bisa mengontrol lagi kendali mobil yang sebelumnya hampir nyungseb ke pepohonan sisi kiri jalan dan alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Ampun deh, tuh motor.

Kalau lihat iring-iringan sepeda motor atau lihat mobil yang sedang mengangkut motor-motor baru,  selalu saja paling tidak ada 4  keyword yang terbayang : ugal-ugalan, macet, kecelakaan,  dan bensin. Untuk dua keyword yang pertama, mungkin hampir semua di antara kita bisa melihat dan merasakan kenyataannya, karena semua di antara kita adalah pemakai jalan atau bisa jadi pengendara sepeda motor itu sendiri, atau bahkan kita sendiri pengendara yang ugal-ugalan:d. Ugal-ugalan dan macet mungkin lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku si pengendara itu sendiri. Di samping jumlah kendaraannya sendiri yang tidak sebanding dengan panjang dan lebar jalan yang ada, cara mengendarai yang berseliweran dari sisi kiri atau kanan tanpa aturan ditambah dengan kecepatan tinggi atau berhenti tidak teratur di mulut perempatan jalan tatkala lampu merah, memperparah kemacetan di jalanan.

Pada tahun 2008, CERAS (Center for Safety Riding Study) mencatat total korban kecelakaan pengendara sepeda motor sebanyak 2.732 orang. Dari angka tersebut, korban meninggal sebanyak 633 orang.  Menurut informasi yang dirilis oleh Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, rata-rata setiap hari tiga orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 75 persen di antaranya adalah pengendara sepeda motor (Tempo). Di jalan, sepeda motor roda dua masih menjadi pembunuh nomor satu!

Mencoba lihat data, trend penjualan sepeda motor setiap tahun hampir selalu meningkat. Ini mudah dipahami. Sekarang-sekarang ini hanya dengan uang DP yang terjangkau dan dengan cicilan yang sangat murah, setiap orang dengan mudah bisa mendapatkan motor baru. Berikut kita bisa lihat data penjualan motor, data diambil dari sini.

Apakah peningkatan angka ini berita menggembirakan?Bagi produsen, dealer dan pengusaha bengkel mungkin iya. Hmm, bagi saya pribadi ini bukan kabar yang menggembirakan. Di samping permasalahan kemacetan dan kesemerawutan jalan-jalan yang ada, karena pertumbuhan kendaraan yang melaju pesat ini (belum ditambah roda 4 dan kendaraan besar) tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan yang ada, permasalahan lain adalah masalah kebutuhan BBM. Saya coba iseng-iseng menghitung  dari data 3 tahun di atas, dengan asumsi satu hari butuh 0.25 liter bensin, maka 1 hari butuh sekitar 4.2 juta liter, artinya 1 tahun butuh 153.3 juta liter! atau kalau 1 hari perlu 0.5 liter berarti pertahun negara harus menyediakan bensin 306.6 juta liter!! ini belum ditambah dengan sepeda motor yang ada sebelumnya, cuma jumlah yang 3 tahun di atas. Walaupun ini perhitungan kasar, tapi saya kira gambarannya cukup untuk memperlihatkan bahwa peningkatan penjualan sepeda motor ini diikuti dengan peningkatan kebutuhan BBM yang tidak sedikit. Menurut Faisal (Direktur Pemasaran PT Pertamina) kapasitas kilang Pertamina hanya 1,030 juta kiloliter per tahun. Sementara, kebutuhan BBM nasional sekitar 1,4 juta kiloliter per tahun. Oleh karena itu, lanjut Faisal, Pertamina masih harus mengimpor BBM dari luar negeri. Kekurangan pasokan BBM yang harus diimpor setiap tahunnya sebesar 40 persen dari kebutuhan nasional (2009).

 Dari APF, 26/10/2009 :

 Honda Motor Jepang, berencana untuk menginvestasikan kucuran dana sampai dengan US$ 100 juta untuk meningkatkan produksi sepeda motor di Indonesia, sebagai tanggapan atas semakin derasnya permintaan.

Honda akan menghabiskan lebih dari 10 miliar yen atau setara dengan US$ 109 juta untuk menaikkan kapasitas di sebuah pabrik yang beroperasi secara bersama-sama dengan PT Astra Internasional, sebesar 20 persen menjadi 3,6 juta unit.

Indonesia merupakan pasar motor Honda terbesar kedua setelahIndia. Sehingga perluasan pabrik tersebut, patut segera diwujudkan dan ditargetkan dimulai pada tahun 2010.

Hmm…jepang tidak akan ragu mengucurkan dana sebesar itu, karena keuntunganya yang berlipat-lipat dari situ. Begitulah negara-negara maju berbuat, termasuk jepang, mereka selalu mengkritik pedas mengenai masalah pencemaran dan pengrusakan lingkungan. Padahal tidak sedikit pencemaran dan pengrusakan lingkungan yang ada di negara-negara berkembang secara tidak langsung adalah ulah para produsen dari negara maju. Dalam hal ini terus terang saya tidak terlalu mendukung pihak jepang, walaupun permasalahan seperti ini khususnya timbulnya berbagai masalah di jalanan seiring dengan pelonjakan angka penjualan kendaraan bermotor, lebih merupakan masalah kebijakan pemerintah kita. Kita bisa lihat berapa besar pencemaran berupa polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor yang diproduksi gila-gilaan dan dipasarkan di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Padahal di Jepang sendiri sangat sedikit pemakai kendaraan bermotor roda dua, lebah banyak pemakai sepeda.

 Nya kudu kumaha atuh?

 Ini bukan masalah sederhana, perlu penganganan serius dan komperhensif dari berbagai elemen untuk turut serta memikirkan, sehingga permasalahan-permasalahannya bisa ditekan. Ada 3 paling tidak :

1. Pemeran utama, dalam hal ini pemerintah harus mulai memikirikan dengan serius permasalahan seperti ini. Tidak saja memikirkan keuntungan yang didapat dari peningkatan penjualan sepeda motor ini untuk sesaat, akan tetapi berpikir ke depan. Terutama mengenai dampak pada lingkungan dan penghematan energi. Mengeluarkan kebijakan-kebijkan yang mengarah pada pembatasan pemakaian kendaraan bermotor dan kebijakan yang mengarah pada dukungan untuk memasyarakatkan kendaraan alternatif seperti sepeda (sarana dan prasarana yang mendukung sepeda sebagai alternatif).

2. Memperketat aturan pemakaian kendaraan bermotor (regulasi jual beli kendaraan, sistem pembuatan SIM dan lain-lain).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono mengatakan, untuk menumbuhkan kesadaran berlalulintas itu tidak cukup dengan penegakan hukum. Tapi mencari akar permasalahannya. “Karena orang yang sudah punya SIM saja belum tentu paham. Dari situ kami tentunya tidak bisa sendiri, kami perlu bermitra sehingga ada sinergi,” tuturnya.

Waduh gimana ini gan?Yang salah berarti sistem pembuatan SIM nya, kok bisa dapat SIM tapi kok nggak ngerti aturan lalulintas?Hmm, saya pernah cerita bagaimana susahnya dapat SIM di negeri Jepang, ya  seharusnya memang seperti itu, SIM kan kepanjangan dari surat izin mengemudi, itu artinya dia sudah paham seluk beluk mengemudi dan paham aturan dan tata tertib lalulintas serta hukuman-hukuman atas pelanggarannya.

3. Memberikan appresiasi dan mendukung gerakan atau aktifitas masyarakat seperti bike to work dan sejenisnya. Ini secara tidak langsung memberikan pemahaman akan pentingnya lingkungan bersih dan  memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat….he..he.orde baru banget :D 

Terlalu berlebihan mungkin kalau kita berharap seperti Jepang, di mana setiap sudut kota dipenuhi oleh para pemakai sepeda dan bukan sepeda motor seperti di negara kita yang berseliweran tidak karuan dengan asap ngepul  bercampur debu jalanan ditambah suara bising  knalpot. Atau memimpikan seperti  di Belanda, di mana sepeda mendapat prioritas dan tempat khusus sehingga mempunyai kenyamanan tersindiri bersepeda di sana. Tapi pasti ada yang bisa kita lakukan, walaupun kecil, kalau bermanfaat bagi kita, sesama, lingkungan dan anak cucu, bisa kita mulai dari sekarang….

 

 

8 Tanggapan

  1. yang paling utama regulasi….diterapkan jg reward and punishment

    nyaeta di urang teh regulasi jeung penerapana tara sinkron, belah punishment eleh ku acis😀

  2. mungkin dengan bersepeda kan membantu bumi yang sudah mulai tua…tapi bagaimana denagn masyarakat indonesia yang dominan memiliki sepeda motor atau sejenisnya???mungkin tidak akan setuju…

  3. Betul sekali, di indonesia khususnya jakarta, terlalu banyak sepeda motor, dan malah bukannya mereka yg harus berhati2, malah kita sebagai pengendara mobil lebih harus sigap dan cemas, takut kalau2 mereka terjatuh pas posisi disamping kendaraan kita, dan kitalah yg dituduh bersalah. Sungguh disayangkan, pemerintah bgitu mudahnya memberi ijin mendapatkan sepeda motor, dan sayangnya u/ kalangan terbawah, mereka tidak berpikir dengan diberi kemudahan harusnya lebih bertanggung jawab dalam mengemudi.

  4. saya kutip ini ” selalu saja paling tidak ada 4 keyword yang terbayang : ugal-ugalan, macet, kecelakaan, dan bensin.” hahah kirain mau nambah keyword lain: misalnya polisi, jalan rusak dll

  5. Sepeda motor memang temanya ga jauh dari itu mas🙂

  6. ga kebayang junlah motor 10 tahun yang akan datang gimana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: