Catatan tersisa

Di pelosok pulau yang satu ini internet tidak semudah bisa dikases seperti di kota-kota besar. Makhluk yang bernama sinyal, terutama sinyal internet, tidak setiap hari singgah di sini. Datang satu hari kemudian hilang dua hari atau sebaliknya adalah hal yang biasa. Mess (mess I) tempat saya tinggal sekarang termasuk yang enggan dikunjunginya. Kadang ia menyelinap ke tempat-tempat sempit berukuran satu meter atau lebih kecil, satu langkah saja menjauh dari tempat tersebut, makhluk ini raib entah kenapa, danbila kita balik lagi ke tempat tersebut ia akan nongol lagi, aneh. Yang hebat panduduk setempat tahu tempat spot-spot seperti ini dimana berada. Sehingga kita bisa bertanya kepada mereka dimana sebaiknya menangkap sinyal ketika sinyal handphone kita misalnya, kabur.

Tidak heran, di depan setiap rumah, mulai dari rumah beton bertingkat sampai rumah kayu beratap anyaman nyiur kelapa  terdapat benda bulat cekung besar dengan diameter kurang lebih 1.5 meter, benda yang bernama antena parabola ini terapasang menengadah ke langit seperti sedang berlomba mengharap jatuhan sinyal. Tidak ketinggalan di depan mess tempat saya tingal pun ada sebuah antena parabola. Walaupun saya agak ragu dikatakan antenna parabola, karena bentuknya tidak terlalu cembung dan agak kecil dari yang umum ada (tapi kalau tidak disebut parabola, lantas parab apa lagi?).  Yang agak aneh, parabola ini menghadapnya bukan ke langit tapi sedikit ke bawah dan mengarah ke dalam rumah. Kawan, bukankah sudah saya katakan bahwa di dalam rumah tidak ada sinyal? Tapi kenapa parabola yang satu ini malah mencari sinyal di dalam rumah. Ini aneh yang kedua. Untuk yang ini saya mencoba menutup keanehannya dengan berasumsi bahwa antenna parabola telah lebih dulu berdiri dari pada rumah ini😀

Yang paling unik, dan ini adalah keanehan yang ketiga, di salah satu pelosok yang lain (mess II), sinyal hanya sudi mampir di seperetiga malam terakhir sampai habis waktu shubuh. Amazing! Sinyal ini seperti tidak mau banyak orang menjamahnya maka itu ia datang pada saat-saat orang terlelap tidur. Tapi tunggu kawan, itu artinya sinyal datang pada paruh waktu terbaik yang biasa digunakan seorang umat yang ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Penciptanya. Dengan berbagai keutamaannya, paruh waktu tersbut adalah waktu khusus dalam ajaran agama. Saya merasa pada saat seperti ini sinyal bisa berubah menjadi godaan. Dan benar saja,  ternyata untuk membagi waktu agar fifty-fifty antara memanfaatkan sinyal ini dengan ruku-sujud/bertafakur pada saat tinggal di mess ini sangat sulit, paling banter fifty-fifty, selebihnya sinyal ini yang makin menguat mengalahkan getaran sinyal Ilahi yang seharusnya lebih diikuti.

Maaf kawan, bukan ini yang  ingin saya ceritakan sebetulnya. Saya hanya ingin menggambarkan betapa sulitnya mengakses internet di pelosok pulau ini, bahkan hanya untuk sekedar cek email, apalagi untuk blogging dan browsing.

Ada yang sering terfikir tatkala browsing sebuah site social networking dengan logo huruf f kecil berwarna puith berlatang belakang biru itu. Ya facebook, orang menyingkatnya dengan fb. Bukan menyoal masalah kebaikan-keburukan atau kelebihan dan kelemahan fb ini sendiri sebagai social network, yang bisa dikatakan paling besar untuk saat ini. Siapa sekarang yang tidak punya akun di fb? hampir semua yang kita kenal, orang-orang disekeliling kita, teman, sahabat, mantan, anak kecil, orang dewasa bahkan orang tua ikut-ikutan nyangkut di fb ini. Terlebih handphone dari berbagai merek memberi fasilitas akses internet dan fb dengan biaya yang relatif murah, semakin memudahkan untuk mengaksesnya.

Kawan, ada 5 orang yang saya kenal, mereka telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa dan sekarang masih menyisakan akun facebook. Mereka meninggalkan “catatan baik” dan kesan yang baik dari rekan-rekannya di dinding fb karena kenyataannya mereka memang orang-orang baik. Begitupun suatu saat mungkin giliran kawan atau saya, bila memang dikadirkan umur kita lebih pendek daripada umur fb, tulisan, ocehan, komentar kita akan tersisa di dinding fb sana. Yang suka blogging atau tulis-tulis di dinding maya seperti wordpress, blogspot atau yang lainnya, pun tidak akan berbeda, tulisan-tulisan mereka akan berbekas di lembar-lembar dinding maya ini. Bisa dibayangkan ya kalau umur dunia ini ditakdirkan 10000 tahun lagi, pada saat itu prasasti-prasasti bentuknya bisa jadi berupa blog dan fb atau yang sejenisnya, bukan lagi batu.

Tapi kawan, lebih dari catatan-catatan yang bakalan tersisa itu, sebetulnya kita akan punya catatan abadi, yang tulisannya telah dan sedang kita isi sekarang ini. Tulisan ini akan berakhir tatkala ajal menjemput. Setelah itu, buku akan tertutup rapat, dan akan dibuka lagi tatkala akan diperlihatkan kepada masing-masing pemilik buku catatan ini. Buku ini adalah buku cataan amal kebaikan dan keburukan dan segala pebuatan yang pernah dilakukan di muka bumi. Sekecil apapun perbuatan yang dilakukan akan tertulis di buku yang satu ini.

“Adapun orang yang diberikan kepadanya buku catatan amalnya dari sebelah kanannya, maka ia berkata, “Ambillah, bacalah buku catatan amalku ini. Sungguh aku yakin bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.” Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi. Dalam surga yang tinggi, buah2nya dekat. Kepada mereka dikatakan, “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kalian kerjakan pada hari2 yang telah lalu.”

“Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya buku catatan amalnya dari sebelah kirinya, maka ia berkata, “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak berikan kepadaku buku catatan amal ini. Dan aku tidak mengetahui perhitungan terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku.”

Allah berfirman, “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya kelehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah ia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya, ia dahulu tidak beriman kepad Allah Yang Maha Agung. Dan juga ia tidak menganjurkan orang lain untuk memberi makan kepada orang miskin.”(QS. Al-Haqqah:19-34)

Kawan, catatan apapun yang tersisa di dunia ini, tidak ada apa-apanya dibanding buku catatan seperti yang tergambar dalam ayat-ayat suci di atas. Tidak ada pilihan kecuali mengisinya dengan catatan kebaikan yang lebih banyak dari pada keburukan agar tidak seperti yang digambarkan di ayat-ayat terekahir di atas.

Semoga….

1 Agustus 2011

*tambahan catatan renungan diri di milad yang kesekian kali

*maaf, tidak nyambung antara pembukaan dan inti tulisan ini😀

Satu Tanggapan

  1. Sori nih bro,,gw mau nanya,,,
    emang ente pernah nulis tentang hal yang menyinggung SARA ya??
    soalnya nih blog ente ada di dafta hitamnya orang malay,,,
    terimakasih sebelumnya,,,
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: