Anzen dan Takdir

Dalam 作業手順(SOP)dan クレーン作業計画図書(rencana pekerjaan crane) ada beberapa hal tertulis di situ, Screenshot_2015-09-13-15-49-35diantaranya : 作業半径(jarak jangkau crane) yang mana disitu menjelaskan daya jangkau crane disesuaikan dengan beban yang akan diangkat termasuk area seputar crane bekerja yang mana tidak boleh dimasuki orang karena termasuk area bahaya. Hal lain : maksium curah hujan dan kecepatan angin yang mana mengharuskan pekerjaan dihentikan. Bahkan untuk kecepatan angin, bukan saja pekerjaan harus dihentikan akan tetapi crane dengan jenis clawler harus “ditidurkan” dengan melipat boomnya sampai membentuk sudut 0 derajat terhadap garis horisontal.

Menyoal kejadian crane jatuh di mekah, saya tidak tahu persis kondisi detail sebelum terjadi. Tapi paling tidak ada satu yg terpikir begitu liat gambar posisi crawler crane yg jatuh ini. Saya perkirakan posisi boomnya tidak dilipat pada posisi 0 derajat. Yaeya laah namanya jg jatuh, itu berarti dari posisi di atas dan jatuh ke bawah ;D.

Tidak perlu waktu banyak untuk merubah posisi boomnya pada posisi 0 derajat. 15 atau 30 menit mungkin. Saya tidak tahu, apakah karena tidak ada waktu yang cukup untuk melakukan itu sehingga keburu diterjang badai atau tidak ada space yg cukup untuk ditidurkan boomnya sehingga hal ini tidak dilakukan.

Ini kan sudah takdir. Begitu orang bilang. Ya memang takdir. Sudah menjadi ketetapan/hukumNya. Kejadian jatuh crane di mekah ini mengikuti ketetapanNya, hukum-hukumnya, QadarNya, ukurunNya. Lewat hukum2nya berupa hukum fisika sederhana yang mudah dimengerti. Angin kencang merubah kesetimbangan (equilibrium) crane, sehinga crane terjungkal. Walau kecepatan jatuhnya karena gravitasi tidak seberapa tapi karena berat masa boomnya yang sangat besar, maka menghasilkan impluse yang besar dan mengakibatkan benda lembek yang tertubruk dibwahnya akan remuk, termasuk orang.

Antisipasi agar ketetapan2 atau ukuran2Nya yang disebutkan barusan tidak terjadi, mungkin bisa dilakukan dengan melipat boom sehingga tidak ada perubahan kesetimbangan, hukum fisika yang bekerja hanya gravitasi, tidak ada perubahan kecepatan, tidak tejadi impulse dan momentum. Sehingga tidak ada korban fisik dan jiwa.

Berharap dari hasil invistigasi bisa diketahui secara pasti penyebab kecelakaan apakah karena ada kesalahan operasional atau yang lain sehingga bisa dijadikan pelajaran agar tidak terjadi lagi pada pekerjaan dengan kondisi yang sama di masa mendatang.

Bagi saya ini sebetulnya makna dari aktifitas keselamatan dan kesehatan kerja : menghindari suau takdir untuk menghadapi takdir yang lain.Menghindari suatu ketetapan Allah untuk menghadapi ketetapan Allah yang lain.

Umar r.a pernah berkats.: “Kita lari dari satu takdir Allah menuju takdir Allah yang lain. Apa pendapatmu seandainya engkau mempunyai seekor unta yang turun di sebuah lembah yang memiliki dua lereng, salah satunya subur dan yang kedua tandus. Jika engkau menggembalakannya di tempat yang subur, bukankah engkau menggembalakannya dengan takdir Allah? Begitu pun sebaliknya. Kalau engkau menggembalakannya di tempat yang tandus, bukankah engkau menggembalakannya juga dengan takdir Allah?”

Wallahu’alam

*Note

Anzen, 安全 = keamanan, keselamatan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: