Manusia Bermanfaat

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Ad-Daruqutni).

Ini adalah masalah eksistensi. Ya, eksistensi diri hubungannya dengan lingkungan sosial di sekelilingnya, terutama dengan sesama manusia. Ekistensi yang berhubungan dengan tindakan-tindakan sadar hasil dari sebuah pemikiran: bagiamana memberikan yang terbaik secara maksimal dari kemampuannya untuk manusia di sekelilingnya. Seberapa banyak manfaat yang bisa diberikan untuk manusia yang lainya selama rentang jatah waktu yang diberikan. Nilainya jelas, semakin bermanfaat bagi manusia semakin baik posisinya dalam pandanganNya. Tidak ada lagi kengerian yang lebih selain jiwa yang kosong karena eksistensi dirinya sedkitpun tidak bisa memberi manfaat bagi orang-orang di sekelilingnya. Jiwa yang sepi dan gersang. Kisah Qorun sang kaya harta adalah kisah yang Allah berikan kepada kita untuk diambil pelajaran: ketika harta tidak lagi digunakan untu kabaikan, sedikitpun tidak akan memberikan manfaat, jangankan untuk orang lain, untuk diri sendiripun tidak.

Bentuknya tidak selalu sebuah karya besar atau harta bernilai besar. Apapun itu selama memberi manfaat dan kebaikan bagi yang lain akan mempunyai nilai di sisiNya. Bukankah amalan yang di sukai Allah adalah sesuatu yang berlanjut walaupun kecil?. Dan bukankah karya besarpun sebenarnya merupakan urutan karya-karya kecil yang dibangun sebelumnya? Bukankah menyingkirkan duri di tengah jalan pun merupakan sebuah kebaikan dan memberi manfaat agi manusia yang lain?

Kebahagian apalagi yang melibihi kebahagiaan yang muncul tatkala melihat orang-orang di sekitar kita berbahagia karena manfaat yang bisa kita berikan kepada mereka, baik itu berupa harta, ide, tenaga atau apapun itu. Kebahagian yang tiada tara tatkala kita melihat, orang tua kita, keluarga kita, dan atau orang-orang terdekat dengan kita, orang-orang di sekitar berbahagia, karena kita turut andil dalam memfasilitasi terjadinya kebahagian itu sendiri bagi mereka. Begitupun sebaliknya, akan ada rasa penyesalan mendalam tatkala kita tidak bisa berbuat yang terbaik ketika orang-orang yang tersebut membutuhkan pertolongan atau uluran tangan kita. Tidak cukup sampai di situ, manusia pemberi manfaat akan selalu beripikir untuk lebih luas lagi : bagaimana caranya bisa memberi manfaat di lingkungan tempat dia tinggal, di tinggal tempat bekerja dan di masyarakat luas.

Para manusia pemberi manfaat bagi manusia yang lain tidak pernah hidup dan berpikir hanya lingkup dirinya sendiri. Dirinya bersererah kepadaNya penuh, tidak pernah berharap imbalan kecuali ridhaNya. Meraka memahami dengan yakin karena Allah mengembalikan semua kebaikannya kepada diri manusia sendiri, para pelaku pemberi manfaat bagi manusia yang lain itu.

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7).

Ini bukan karena masalah krisis yang melanda berbagai lini kehidupan yang kekinian. Di mana saling memberi manfaat dan kebaikan sering terganti menjadi saling memberi mudharat terlebih di era jejaring sosial media seperti sekarang ini, menyebar hox, fitnah, bully dan sejenisnya bisa berlaku hanya dalam hitungan detik. Atau karena krisis keteladanan. Keteladanan akan sosok pemberi manfaat melalui kebijakan dan wewenang sehingga bisa meringankan beban hidup yang semakin berat untuk khalayak ramai seperti sekarang ini.

Bukan…., ini ajaran Ilahi yang sudah dicontohkan sejak lama. Ajaran yang sesuai dengan fitrah setiap jiwa yang bernurani, untuk saling berbagi dan memberi manfaat.

 

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Wallahu`alam

 

Ikebukuro

1 Agustus 2017

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: