Gunung Fuji mau meletus?

Para ahli vulkanologi Jepang meramalkan seandainya Gunung Fuji meletus seperti letusan terakhir sktr 300 fujitahun yang lalu (1707), kerugian material yang diakibatkan oleh letusannya bisa mencapai 21 Milyar US dollar!. Ini bisa difahami karena daerah sekitar gunung Fuji merupakan daerah pemukiman dan Tokyo termasuk kota yang dekat dengan Gunung Fuji.

Apabila melihata catatan sejarah letusannya, 2 kali sebelum tahun 1707 adalah tahun 1435 kemudian tahun 1511. Maka jarak antara tahun letusannya menjadi kurang lebih 100, 200 dan 300 tahun (kalau tahun2 ini meletus :d). Pada letusan tahun 1707 Gunung Fuji meletus dan menyemburkan material vulkanik tidak dari crater lama yang berada di puncaknya akan Baca lebih lanjut

Lelaki tua itu

Lelaki tua itu badannya kurus dan tidak lagi lurus alias bungkuk. Jalannya pun sangat lambat seperti menahan rasa sakit. Tidak ada senyum menyungging, sekedar anggukan sebagai jawaban dari sapaan  setiap kali aku bertemu dengannya. Bahkan untuk sekedar menoleh pun sepertinya kesulitan. Lehernya kaku sehingga dia harus memutar badannya demi menoleh tatkala ingin melihat sebuah objek yang berada tidak tepat di depannya. Tidak tahu pasti penyakit apa yang diderita lelaki tua itu. Setiap pagi hanya terlihat dia dijemput oleh seorang perawat dengan menggunakan mobil jemputan. Mobil jemputan dari sebuah panti jompo atau pusat rehabilitasi atau sejenisnya.

Sering aku merasa iba melihatnya. Betapa tidak, jalannya yang tertatih-tatih, tiap pagi harus turun tangga tatkala mobil jemputan tersebut datang, dan naik tangga lagi sekitar pukul 4 sore tatkala pulang masuk rumah. Ya dia harus naik turun tangga karena dia tinggal di lantai 5 tepat di atas lantai kamar apartemenku. Sering pikiran usilku mengusik, siapa gerangan anak cucunya yang tega  menelantarkan dan membiarkan hari-hari si pak tua ini untuk dihabiskan di rumah sejenis panti jompo itu. Baca lebih lanjut

Pintar saja tidak cukup

Atama ii dake ja tarinai, ganbaranaito…” suatu hari si Aki, sebutan saya dan teman-teman kepada pak tua si empunya perusahaan dimana kami arubaito, yang memang sudah sepuh, pernah berkata begitu pada suatu perckapan. Sebetulnya Sano san namanya. Kami menyebutnya Aki, agar tidak diketahui tatkala kami membicarakan dia 🙂 .  Orangnya baik sebetulnya. Ramah dan suka ketawa-ketiwi di luar jam kerja, tapi bengis, kejam dan tegangan tinggi tatakala pada jam kerja 😀 . Arti dari perkataan si Aki ini  kurang lebih, pinter saja gak cukup, kamu harus kerja keras. Kata-kata si Aki ini terus terngiang-ngiang di telinga ini sampai sekarang, padahal percakapan itu terjadi sekitar 7 tahun yang lalu. Baca lebih lanjut

Arubaito = Kerja part time

Arubaito (アルバイト) berasal dari bahasa jerman (arbeit) yang artinya bekerja. Orang Jepang menyebut arubaito untuk suatu pekerjaan yang sifatnya sampingan atau kita biasa sebut part timer. Hampir semua orang jepang dewasa bisa dikatakan pernah melakukan arubaito ini. Terutama biasanya pas masa-masa SMA ataupun masa kuliah diperguruan tinggi. Ada kelebihan dan kekurangannya kerja arubaito ini. Kelebihannya : ridak terlalu terikat dan sedikit longgar dibandingkan pekerja biasa, jam kerja biasanya masih bisa tawar menawar. Kekurangannya, para arubaito’ers ini tidak dapat hak sebagaimana sebagaimana pekerja biasa, contohnya : tidak ada tunjangan asuransi atau upahnya lebih murah dll.

Upah arubaito ini bermacam-macam tergantung jenis perkerjaannya. Tapi secara umum kalau di kota-kota besar untuk pekerjaan seperti di convenient store, supermarket atau restoran kisarannya antara 800-950 yen per jam.

Berikut pekerjaan-pekerjaan yang biasanya sering dilakukan oleh orang-orang asing yang berada di Jepang yang berstatus pelajar. Baca lebih lanjut

Saya Ingin Studi di Jepang

Seperti yang saya tulis di postingan sebelum ini, studi merupakan tujuan yang paling valid yang bisa dijadikan alasan untuk bisa datang di jepang. Tidak bisa dipungkiri bahwa Jepang merupakan salah satu dari beberapa negara maju yang menjadi negara tujuan untuk studi orang-orang Indonesia. Ada tulisan bagus dari Pak Arief (beliau lulusan S1, S2 dan S3 jepang) yang mengulas panjang mengenai seluk-beluk studi di Jepang dengan berbagai kekurangan dan kelabihannya ( bag ke 1 dan bag ke 2). Informasi yang sangat bermanfaat bagi anda yang berniat untuk studi di Jepang.

Terus, saya ingin studi di jepang, pertama-tama apa yang harus saya lakukan?

Pertama, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang beasiswa. Anda bisa googling di internet, anda akan menemukan sangat banyak site bermanfaat yang bisa menambah informasi tentang beasiswa ini. Salah satunya beasiswa monbukagakusho (dulu monbusho/depdikbud) : http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html. Apabila ada kesempatan, mampir ke kedutaan/konsulat jepang terdekat dari kota anda. Anda bisa mendapatkan banyak informasi tentang studi di jepang beserta beasiswa-beasiswa apa saja yang bisa di-apply.

Kedua, ikuti milis-milis seperti milis PPI-jepang. Anda bisa berdiskusi dan meminta saran-saran dari teman-teman yang sedang studi di jepang, InsyaAllah mereka akan dengan senang hati memeberikan saran-saran dan info yang banyak tentang beasiswa, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan studi di jepang.

Ketiga, bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2, mempersiapkan tema penelitian dan membuat propsal penelitiannya. Mengenai hal ini mungkin perlu pembahasan secara khusus, termasuk tips dan triknya. Mas Anto (beliau juga lulusan S1, S2 dan S3 Jepang) pernah mengupas secara detail bagaimana mempersiapkan propsal penelitian yang baik. Silakan diklik disini untuk detailnya.

Keempat, berdoa banyak-banyak;)

Saya sudah coba kang, sulit dapat beasiswa, bagaimanapun saya ingin studi di jepang, nggak ada cara lain?

Mungkin ada diantara anda yang bertanya seperti ini.

Jawaban saya : ADA!! *-:)