Marhaban Ya Ramadhan

RamadanTugas-tugas keseharian kita baik di tempat kerja atau di rumah tetap adanya, atau bahkan mungkin meningkat. Sedangkan waktu yang kita punya juga tetap 24 jam dalam sehari. Padahal seruan untuk meningkatkan amal ibadah di bulan di bulan suci Ramadhan semakin sering kita dengar. Ada dua cara untuk meyiasati waktu kita sehingga bisa memenuhi seruan-seruan tersebut: yang pertama, mengurangi waktu tidur dan yang ke dua mengurangi waktu-waktu kita yang biasa terisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat dan menggantinya dengan yang bermanfaat (beramal/beribadah).

Berat? Jelas berat, apalagi mengurangi waktu tidur. Tapi justru disitu nilai ibadahnya : bekerja keras sekuat tenaga untuk bisa beramal dan itu pula yang membedakan bulan suci Ramadhan Baca lebih lanjut

Iklan

Waktu

tokeiSeorang teman pernah mengajak saya bermain ke suatu tempat pada suatu akhir pekan sebagai selingan karena kesibukan pekerjaan Lab. Dengan berbagai pertimbangan saya menolak ajakan teman saya ini dengan mengatakan, “Wah maaf saya gak ada waktu, saya gak bisa pergi di akhir pekan..”. Teman saya ini menimpali pernyataan saya ini dengan mengatakan,” 時間は作るもんだ(jikan wa tsukuru mon da, kurang lebih artinya waktu adalah sesuatu yang bisa dibuat). Baca lebih lanjut